Turki-AS Gelar Pembicaraan Soal Sanksi Iran

Sabtu, 21 Juli 2018 - 00:46 WIB
Turki-AS Gelar Pembicaraan...
Turki-AS Gelar Pembicaraan Soal Sanksi Iran
A A A
ANKARA - Pejabat Amerika Serikat (AS) dan Turki bertemu pada hari Jumat untuk membahas sanksi Amerika yang akan datang terhadap Iran. Sanksi ini berpotensi menimbulkan ketegangan baru dua negara.

Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Pendanaan Teroria Marshall Billingslea, yang bertemu dengan pejabat keuangan dan Menteri Luar Negeri Turki, mengatakan pembicaraannya di Ankara sangat positif dan tidak ada permusuhan di kedua sisi. Dia juga bertemu dengan sejumlah perusahaan Turki.

Sementara kementerian luar negeri Turki mengatakan bahwa pembicaraan itu untuk memantau sanksi dan pihak berwenang bekerja untuk memastikan bahwa Turki tidak terkena dampak negatif oleh sanksi AS yang akan datang.

Presiden Donald Trump pada bulam Mei lalu mengumumkan bahwa ia akan menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian tahun 2015 mengenai program nuklir Iran dan akan memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran. Pemerintahannya mengancam negara-negara dengan sanksi jika mereka tidak memotong impor minyak Iran pada awal November ini.

Turki, yang mengimpor lebih dari separuh pasokan minyaknya dari Iran, sebelumnya telah menyatakan bahwa pihaknya tidak berniat memutus perdagangan dengan Iran. Ankara mengatakan bahwa pihaknya tidak berkewajiban untuk mematuhi keputusan sepihak AS.

Pejabat Departemen Keuangan AS telah dilaporkan mengatakan bahwa Washington dapat mempertimbangkan untuk memberikan keringanan sanksi ke beberapa negara yang memerlukan waktu untuk memotong impor minyak dari Iran.

Berbicara kepada sekelompok kecil wartawan di Ankara, Billingslea tidak akan mengatakan bagaimana Turki akan diberikan pengecualian.

"Pada titik ini, saya tidak dalam posisi untuk menyarankan bahwa kami mengeluarkan keringanan atau pengecualian," katanya seperti dikutip dari ABC News, Sabtu (21/7/2018).

Pada saat yang sama, Billingslea mengatakan bahwa AS bersikeras menegakkan sanksi baru lebih aktif.

Pada bulan Mei, pengadilan AS menghukum seorang bankir Turki dari Halkbank yang dikelola negara karena perannya dalam membantu Iran menghindari sanksi ekonomi AS. Saksi kunci adalah pedagang emas Iran-Turki Reza Zarrab, yang bersaksi bagaimana dia mengatur skema dan membayar suap kepada pejabat atas Turki. Bank itu mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Departemen Keuangan AS dan berharap tidak menimbulkan kerusakan, tetapi kasus ini telah menekan hubungan Turki-Amerika.

"Kali ini, sanksi perbendaharaan akan diberlakukan sangat, sangat agresif dan sangat komprehensif," kata Billingslea.

"Saya pikir pemerintah Turki mengerti posisi kami tentang itu," imbuhnya.

"Kami tentu akan sangat, sangat prihatin tentang mencoba untuk berdagang dengan Iran dengan emas," ujar Billingslea, menambahkan bahwa AS sedang melacak dan mencoba memahami pembelian besar emas di Turki.

Turki, dalam pernyataannya, mengatakan Iran adalah tetangga penting untuk hubungan ekonomi dan komersial, serta impor energi.

Menurut data dari Regulator Pasar Energi negara itu, Turki mengimpor 3 juta ton minyak mentah dari Iran dalam empat bulan pertama tahun 2018, menyumbang 55 persen dari pasokan minyak mentah dan 27 persen dari total impor energinya.

Billingslea mengatakan: "Iran mungkin tetangga Turki tetapi mereka bukan teman atau sekutu."
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Dipecundangi...
Amerika Serikat Dipecundangi Turki 2-3
Erdogan: Sanksi Amerika...
Erdogan: Sanksi Amerika Serikat Tidak Menghormati Turki
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Berita Terkini
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
6 menit yang lalu
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
33 menit yang lalu
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
1 jam yang lalu
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
1 jam yang lalu
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
2 jam yang lalu
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved