DHS: AS Harus Bersiap Hadapi Serangan Rusia dalam Pemilu Sela

Jum'at, 20 Juli 2018 - 01:37 WIB
DHS: AS Harus Bersiap...
DHS: AS Harus Bersiap Hadapi Serangan Rusia dalam Pemilu Sela
A A A
WASHINGTON - Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS), Kirstjen Nielsen mengatakan, AS perlu dipersiapkan untuk upaya Rusia ikut campur dalam pemilu sela di seluruh 50 negara bagian. Ia menambahkan bahwa tidak perlu ditanyakan keterlibatan Moskow dalam kontes pemilu presiden 2016.

“Saya pikir tidak ada pertanyaan di komunitas intel atau di DHS (Departemen Keamanan Dalam Negeri) bahwa Rusia berusaha menyusup dan mengganggu sistem pemilu kami,” katanya.

“Saya pikir tidak ada keraguan bahwa mereka melakukannya, dan saya pikir kita semua harus siap mengingat kemampuan dan kemauan itu - bahwa mereka akan melakukannya lagi,” imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (20/7/2018)

Presiden Donald Trump minggu ini telah berjuang untuk menenangkan kegelisahan atas kegagalannya menghadapi Presiden Rusia Vladimir Putin atas campur tangan Moskow ketika kedua pemimpin bertemu di Helsinki, Senin.

Di pertemuan itu, Trump menolak menyalahkan Putin atas campur tangan pemilu dan mengatakan itu bisa menjadi orang lain. Selang satu hari kemudian Trump mencoba untuk membersihkan pernyataannya. Sebelumnya pada hari Kamis, Trump mengatakan ia berharap bisa bertemu dengan Putin lagi.

Badan-badan intelijen AS telah menyimpulkan bahwa Rusia melakukan kampanye peretasan dan propaganda yang menargetkan pemilihan presiden AS pada 2016 dalam upaya untuk menabur perselisihan, menghina calon Demokrat Hillary Clinton dan membantu pencalonan Trump dari Partai Republik. Namun Putin membantah adanya campur tangan seperti itu.

Departemen Kehakiman dan Kongres AS sedang menyelidiki gangguan dan kemungkinan kolusi oleh tim kampanye Trump. Trump telah berulang kali membantah adanya kolusi.

Nielsen, di Forum Keamanan Aspen di Colorado, ditanya tentang penilaian komunitas intelijen AS bahwa Putin mengarahkan kampanye untuk mendukung Trump, mengatakan:

“Saya belum melihat ada bukti bahwa upaya untuk ikut campur dalam infrastruktur pemilu kami adalah untuk mendukung partai politik tertentu. Saya pikir apa yang telah kita lihat di sisi pengaruh asing adalah mereka berusaha untuk campur tangan dan menyebabkan kekacauan di kedua sisi."

"Tujuan keseluruhannya adalah menabur perpecahan," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
3 menit yang lalu
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
30 menit yang lalu
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
1 jam yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
2 jam yang lalu
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
3 jam yang lalu
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved