Tetap Beli S-400 Rusia, India: Hukum AS Tak Berlaku untuk New Delhi

Sabtu, 14 Juli 2018 - 03:28 WIB
Tetap Beli S-400 Rusia,...
Tetap Beli S-400 Rusia, India: Hukum AS Tak Berlaku untuk New Delhi
A A A
NEW DELHI - India dan Rusia telah mencapai tahap akhir dalam negosiasi pembelian sistem rudal pertahanan udara S-400. Akuisisi sistem pertahanan canggih Moskow itu tetap dilakukan New Delhi meski Amerika Serikat (AS) sudah mengancam akan menjatuhkan sanksi.

Menteri Pertahanan India Nirmala Sitharaman mengatakan bahwa AS bukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sehingga, sanksi Washington tidak berlaku secara internasional.

"Kami telah mengatakan kepada delegasi Kongres AS (yang mengunjungi India) bahwa hukum AS dan bukan hukum PBB," kata Sitharaman, hari Jumat yang dikutip dari media lokal The Tribune, Sabtu (14/7/2018).

Dengan argumen itu, dia menegaskan bahwa hukum AS tidak berlaku untuk India.

Pada tanggal 5 Juni lalu, Nirmala Sitharaman mengatakan bahwa New Delhi dan Moskow telah mencapai tahap akhir dalam negosiasi tentang pengiriman sistem rudal S-400 Rusia.

Sementara itu, Ketua Komite Layanan Bersenjata AS, William Thornberry mengatakan dalam sebuah wawancara dengan NDTV bahwa keputusan India untuk membeli sistem rudal dari Rusia dapat membebani New Delhi untuk akses peralatan militer AS yang canggih, termasuk drone Predator untuk misi pengintaian yang dapat digunakan dalam operasi melawan teroris di Pakistan.

Pada 6 April lalu, AS menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia di bawah undang-undang bernama Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). Sanksi dijatuhkan atas tuduhan bahwa Moskow melakukan destabilisasi global.

Sanksi Amerika terhadap Rusia menargetkan para pejabat senior Kremlin, anggota parlemen, serta perusahaan milik negara dan swasta, termasuk eksportir peralatan militer Rusia, Rosoboronexport.

Di bawah undang-undang itu, setiap pihak ketiga yang melakukan transaksi besar dengan perusahaan yang terkena sanksi AS dapat dikenai hukuman atau sanksi.
(mas)
Berita Terkait
Alasan BRICS Ditakuti...
Alasan BRICS Ditakuti Amerika Serikat dan Sekutunya
S-400 Rusia telah Dikirim...
S-400 Rusia telah Dikirim ke India, Amerika Serikat Marah-marah
Negara Pendiri BRICS...
Negara Pendiri BRICS yang Mulai Ragu Tinggalkan Dolar AS, Salah Satunya Musuh Amerika Serikat
Menteri Digital ASEAN...
Menteri Digital ASEAN Sepakati Kerangka Kerja Sama dengan Tiga Mitra
New Delhi kepada Washington:...
New Delhi kepada Washington: India Bukan Negara yang Dapat Ditekan
AS pada India: Sanksi...
AS pada India: Sanksi Bukan untuk Menghancurkan, Tapi Pilihan di Tangan Anda
Berita Terkini
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
3 jam yang lalu
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
4 jam yang lalu
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
5 jam yang lalu
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
6 jam yang lalu
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
7 jam yang lalu
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
8 jam yang lalu
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved