Korut Absen Pertemuan untuk Bahas Pemulangan Jasad Tentara AS
Jum'at, 13 Juli 2018 - 07:27 WIB
Korut Absen Pertemuan untuk Bahas Pemulangan Jasad Tentara AS
A
A
A
SEOUL - Para pejabat Korea Utara (Korut) tidak hadir dalam pertemuan dengan para pejabat Amerika Serikat (AS) dan PBB di perbatasan dua Korea pada hari Kamis. Pertemuan itu untuk membahas pemulangan sisa-sisa dari ratusan jasad tentara AS korban Perang Korea.
Absennya para pejabat Pyongyang membuat Washington menjadwalkan ulang pertemuan tersebut pada 15 Juli.
Seorang sumber yang mengetahui tentang pertemuan itu mengatakan kepada kantor berita Yonhap bahwa setelah panggilan dilakukan terhadap Korea Utara, pejabat AS diberitahu bahwa pembicaraan perlu dijadwal ulang.
"Korea Utara rupanya ingin seorang jenderal AS muncul di meja untuk segera menyelesaikan masalah repatriasi," kata sumber tersebut, yang dilansir Jumat (13/7/2018). "Sangat mungkin bahwa jenderal militer dari AS dan Korea Utara akan mengambil bagian dalam pertemuan itu."
Nasib pemulangan sisa-sisa ratusan jasad pasukan AS dari Korea Utara menjadi telah menjadi masalah lawas antara kedua negara, sejak Perang Korea dihentikan oleh gencatan senjata pada tahun 1953. Menurut Departemen Pertahanan AS, hampir 8.000 pasukan Amerika yang mengambil bagian dalam perang masih belum diketahui nasibnya.
Pembicaraan terkait pemulangan sisa-sisa jasad tentara itu dimunculkan lagi setelah menjadi salah satu poin dari hasil pertemuan antara pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump di Singapura 12 Juni lalu.
Menurut Stars and Stripes, tim pencari gabungan AS-Korea Utara dapat memulihkan sisa-sisa dari 229 jasad tentara AS dari tahun 1996 hingga 2005. Administrasi Presiden AS era George W Bush membatalkan pencarian pada 2005 karena kekhawatiran bahwa keselamatan warga Amerika di negara komunis itu tidak bisa dijamin lagi.
Absennya para pejabat Pyongyang membuat Washington menjadwalkan ulang pertemuan tersebut pada 15 Juli.
Seorang sumber yang mengetahui tentang pertemuan itu mengatakan kepada kantor berita Yonhap bahwa setelah panggilan dilakukan terhadap Korea Utara, pejabat AS diberitahu bahwa pembicaraan perlu dijadwal ulang.
"Korea Utara rupanya ingin seorang jenderal AS muncul di meja untuk segera menyelesaikan masalah repatriasi," kata sumber tersebut, yang dilansir Jumat (13/7/2018). "Sangat mungkin bahwa jenderal militer dari AS dan Korea Utara akan mengambil bagian dalam pertemuan itu."
Nasib pemulangan sisa-sisa ratusan jasad pasukan AS dari Korea Utara menjadi telah menjadi masalah lawas antara kedua negara, sejak Perang Korea dihentikan oleh gencatan senjata pada tahun 1953. Menurut Departemen Pertahanan AS, hampir 8.000 pasukan Amerika yang mengambil bagian dalam perang masih belum diketahui nasibnya.
Pembicaraan terkait pemulangan sisa-sisa jasad tentara itu dimunculkan lagi setelah menjadi salah satu poin dari hasil pertemuan antara pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump di Singapura 12 Juni lalu.
Menurut Stars and Stripes, tim pencari gabungan AS-Korea Utara dapat memulihkan sisa-sisa dari 229 jasad tentara AS dari tahun 1996 hingga 2005. Administrasi Presiden AS era George W Bush membatalkan pencarian pada 2005 karena kekhawatiran bahwa keselamatan warga Amerika di negara komunis itu tidak bisa dijamin lagi.
(mas)