KPK Malaysia Periksa Anak Tiri Najib Razak

Jum'at, 06 Juli 2018 - 06:56 WIB
KPK Malaysia Periksa...
KPK Malaysia Periksa Anak Tiri Najib Razak
A A A
PUTRAJAYA - Anak tiri mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak, Riza Aziz, kemarin kembari diperiksa oleh Komisi Antikorupsi Malaysia, MACC. Pemeriksaan ini untuk hari ketiga berturut-turut.

Aziz menyambangi MACC sehari setelah ayah tirinya, Najib Razak, dituduh melakukan korupsi di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur. Riza sudah menghabiskan dua hari dengan penyelidik korupsi, di mana dia diperiksa selama berjam-jam.

Dia diyakini telah ditanyai tentang dugaan penggunaan dana yang disalahgunakan dari dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB) untuk membiayai beberapa film Hollywood. Riza (48) adalah salah satu pendiri Red Granite Pictures, yang memproduksi The Wolf Of Wall Street yang dibintangi Leonardo DiCaprio.

Menurut kantor berita Reuters, Red Granite Pictures pada Maret lalu setuju untuk membayar pemerintah Amerika Serikat (AS) USD60 juta untuk menyelesaikan gugatan perdata yang berusaha menyita aset yang diduga dibeli dengan uang yang dicuri dari 1MDB.

Jaksa AS mengajukan gugatan ganti rugi aset sipil terhadap perusahaan pada Juli 2016 sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk menutup lebih dari USD1 miliar yang diduga digelapkan dari 1MDB.

Departemen Kehakiman AS menuduh pemodal Low Taek Jho mendalangi skema untuk mencuri USD4,5 miliar dari dana tersebut. Riza diketahui adalah teman dekat dari Lowyang , juga dikenal sebagai Jho Low seperti dikutip dari Strait Times, Jumat (6/7/2018).

Para jaksa AS menuduh bahwa Riza menggunakan lebih dari USD100 juta yang diambil dari 1MDB untuk membiayai produksi The Wolf of Wall Street, Dumb and Dumber To dan Daddy's Home.

Namun Riza mengklaim bahwa dia tidak pernah secara sadar menggunakan dana curian untuk proyek-proyek filmnya. Ia juga dituduh menggunakan dana curian untuk membeli real estat mewah, termasuk kondominium senilai USD35 juta di New York, townhouse London senilai USD41,8 juta, dan mansion USD17,5 juta di Beverly Hills.

Pemerintah AS juga berusaha merebut properti-properti ini.
(ian)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
2 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
2 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
4 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
5 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
6 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
7 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved