Korsel Sebut Korut Serukan Percepatan Pembicaraan Antar Korea
Jum'at, 06 Juli 2018 - 05:46 WIB
Korsel Sebut Korut Serukan Percepatan Pembicaraan Antar Korea
A
A
A
SEOUL - Korea Utara (Korut) meminta Korea Selatan (Korsel) untuk mempercepat pembicaraan antar Korea dengan cara yang lebih praktis. Demikian laporan gabungan dari Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korsel.
Menteri Unifikasi Korea Selatan Cho Myoung-gyon mengatakan itu saat menemani wartawan di Pyongyang, Kamis kemarin setelah mengadakan pembicaraan dengan Kim Yong-chol, wakil ketua Komite Sentral Partai Pekerja Korea (WPK) dan direktur Departemen Front Persatuan Korut.
Cho telah berada di Pyongyang mulai Selasa untuk memimpin delegasi pemerintah dan olahraga Korsel untuk pertandingan basket persahabatan dengan para pemain Korut.
Menurut Cho, Kim menawarkan kepada menteri unifikasi Korsel untuk melanjutkan dialog antar Korea lebih cepat dan praktis dengan persiapan yang lebih baik antara kedua belah pihak.
Wakil ketua Komite Sentral WPK memberi tahu Cho bahwa Seoul dan Pyongyang harus melakukan upaya bersama untuk menghasilkan hasil nyata yang konkret, yang dapat dipahami oleh kedua belah pihak, dengan menerapkan kesepakatan yang dicapai antara kedua belah pihak dengan lebih cepat dan aktif seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (6/7/2018).
Presiden Korsel Moon Jae-in dan pemimpin Korut Kim Jong-un mengadakan pertemuan puncak pertama mereka pada tanggal 27 April di desa perbatasan Panmunjom. Keduanya menyetujui untuk memperkuat kerja sama dan pertukaran untuk meningkatkan hubungan antar Korea.
Pembicaraan tingkat kerja diadakan antara kedua belah pihak minggu lalu dan awal pekan ini untuk memulai kerja sama di perkeretaapian, jalan dan kehutanan.
Kedua pihak sepakat untuk mengadakan reuni keluarga yang terpisah akibat perang pada bulan Agustus di seberang perbatasan sejak Perang Korea 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata.
Korsel dan Korut juga setuju untuk membiarkan para atlet mereka berbaris bersama pada upacara pembukaan dan penutupan Asian Games 2018 dan menjadi tim gabungan di beberapa acara olahraga.
Menteri Unifikasi Korea Selatan Cho Myoung-gyon mengatakan itu saat menemani wartawan di Pyongyang, Kamis kemarin setelah mengadakan pembicaraan dengan Kim Yong-chol, wakil ketua Komite Sentral Partai Pekerja Korea (WPK) dan direktur Departemen Front Persatuan Korut.
Cho telah berada di Pyongyang mulai Selasa untuk memimpin delegasi pemerintah dan olahraga Korsel untuk pertandingan basket persahabatan dengan para pemain Korut.
Menurut Cho, Kim menawarkan kepada menteri unifikasi Korsel untuk melanjutkan dialog antar Korea lebih cepat dan praktis dengan persiapan yang lebih baik antara kedua belah pihak.
Wakil ketua Komite Sentral WPK memberi tahu Cho bahwa Seoul dan Pyongyang harus melakukan upaya bersama untuk menghasilkan hasil nyata yang konkret, yang dapat dipahami oleh kedua belah pihak, dengan menerapkan kesepakatan yang dicapai antara kedua belah pihak dengan lebih cepat dan aktif seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (6/7/2018).
Presiden Korsel Moon Jae-in dan pemimpin Korut Kim Jong-un mengadakan pertemuan puncak pertama mereka pada tanggal 27 April di desa perbatasan Panmunjom. Keduanya menyetujui untuk memperkuat kerja sama dan pertukaran untuk meningkatkan hubungan antar Korea.
Pembicaraan tingkat kerja diadakan antara kedua belah pihak minggu lalu dan awal pekan ini untuk memulai kerja sama di perkeretaapian, jalan dan kehutanan.
Kedua pihak sepakat untuk mengadakan reuni keluarga yang terpisah akibat perang pada bulan Agustus di seberang perbatasan sejak Perang Korea 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata.
Korsel dan Korut juga setuju untuk membiarkan para atlet mereka berbaris bersama pada upacara pembukaan dan penutupan Asian Games 2018 dan menjadi tim gabungan di beberapa acara olahraga.
(ian)