Hilang 9 Hari di Gua, Tim Bola Thailand Ditemukan Masih Hidup
Selasa, 03 Juli 2018 - 11:28 WIB
Hilang 9 Hari di Gua, Tim Bola Thailand Ditemukan Masih Hidup
A
A
A
CHIANG RAI - Tim sepak bola junior Thailand ditemukan tim penyelamat masih hidup di dalam gua setelah sembilan hari hilang. Mereka ditemukan pada hari Senin setelah dilakukan pencarian besar-besaran.
Mereka awalnya menjelajahi gua Tham Luang Nang Non di Chiang Rai, yang terkenal di kalangan wisatawan. Namun gua itu tiba-tiba dilanda banjir setelah hujan deras.
Tim sepak bola itu terdiri dari 12 remaja laki-laki berusia 11-16 tahun dan seorang asisten pelatih sepak bola yang berusia 25 tahun.
Hilangnya mereka memicu pencarian besar-besaran yang melibatkan Angkatan Laut Thailand. Drama yang telah mencengkeram penduduk setempat juga telah menarik perhatian dunia, di mana Inggris, China, Amerika Serikat dan Australia menawarkan bantuan pencarian.
Dalam video yang direkam oleh tim penyelamat menunjukkan beberapa anak laki-laki mengenakan celana pendek dan kemeja merah-biru duduk dan berdiri di gundukan tanah di dalam gua yang di sampingnya terdapat hamparan air. Mereka terlihat samar-samar berkat cahaya obor.
"Berapa banyak dari Anda yang ada di sana, 13? Brilian," kata seorang anggota tim penyelamat multinasional, yang berbicara dalam bahasa Inggris, saat memberi tahu anak-anak itu. "Anda sudah di sini sepuluh hari. Anda sangat kuat."
"Terima kasih banyak," jawab salah satu anak dari tim sepak bola tersebut, seperti dikutip Reuters, Selasa (3/7/2018).
Dalam upaya untuk mencapai anak-anak itu, tim penyelamat berjuang melewati lumpur tebal dan air yang tinggi di dalam gua yang membentang 10 km ke gunung.
"Angkatan Laut Thailand telah menemukan semua, 13 orang, dengan tanda-tanda hidup," kata gubernur setempat, Narongsak Osottanakorn, kepada wartawan.
Kerabat dari anak-anak, yang berada di tempat penampungan di dekat gua telah berharap keajaiban setelah mereka putus asa. Mereka bersorak dan tersenyum setelah menerima kabar penemuan tersebut. Tim penyelamat juga berjabat tangan dan memberi selamat satu sama lain.
Masih belum jelas apakah ada dari tim sepak bola itu yang cedera atau membutuhkan perawatan medis, karena mereka belum bisa dievakuasi.
Seiring berlalunya hari, para anggota keluarga yang sebelumnya putus asa telah menempatkan buah, makanan pencuci mulut, minuman manis dan permen di atas tikar dekat gua. Berbagai hidangan itu sebagai persembahan kepada roh-roh yang dipercaya orang-orang sebagai pelindung gua dan hutan.
Penyelam dari unit SEAL, pasukan elite Angkatan Laut Thailand, telah memusatkan perhatian pada gundukan di dalam gua. Gundukan tempat berlindung anak-anak itu dijuluki sebagai "Pantai Pattaya".
"SEAL melaporkan bahwa mereka mencapai Pantai Pattaya yang dibanjiri. Jadi mereka pergi sejauh 400 meter di mana kami menemukan 13 orang yang selamat," kata Narongsak kepada kelompok wartawan yang bersorak-sorai.
Kapten Jessica Tait dari Angkatan Udara Amerika Serikat yang mendukung tim penyelamat mengatakan ada banyak tantangan di sepanjang pencarian. Namun, tantangan itu menyatukan negara.
"Ketika Anda menganggapnya ada banyak tantangan ketika datang ke elemen, ketika datang ke elemen, ketika datang ke berbagai tindakan," kata Tait kepada wartawan. "Tapi Anda tahu apa yang saya lihat, saya melihat (orang-orang) Thailand datang bersama," imbuh dia.
Mereka awalnya menjelajahi gua Tham Luang Nang Non di Chiang Rai, yang terkenal di kalangan wisatawan. Namun gua itu tiba-tiba dilanda banjir setelah hujan deras.
Tim sepak bola itu terdiri dari 12 remaja laki-laki berusia 11-16 tahun dan seorang asisten pelatih sepak bola yang berusia 25 tahun.
Hilangnya mereka memicu pencarian besar-besaran yang melibatkan Angkatan Laut Thailand. Drama yang telah mencengkeram penduduk setempat juga telah menarik perhatian dunia, di mana Inggris, China, Amerika Serikat dan Australia menawarkan bantuan pencarian.
Dalam video yang direkam oleh tim penyelamat menunjukkan beberapa anak laki-laki mengenakan celana pendek dan kemeja merah-biru duduk dan berdiri di gundukan tanah di dalam gua yang di sampingnya terdapat hamparan air. Mereka terlihat samar-samar berkat cahaya obor.
"Berapa banyak dari Anda yang ada di sana, 13? Brilian," kata seorang anggota tim penyelamat multinasional, yang berbicara dalam bahasa Inggris, saat memberi tahu anak-anak itu. "Anda sudah di sini sepuluh hari. Anda sangat kuat."
"Terima kasih banyak," jawab salah satu anak dari tim sepak bola tersebut, seperti dikutip Reuters, Selasa (3/7/2018).
Dalam upaya untuk mencapai anak-anak itu, tim penyelamat berjuang melewati lumpur tebal dan air yang tinggi di dalam gua yang membentang 10 km ke gunung.
"Angkatan Laut Thailand telah menemukan semua, 13 orang, dengan tanda-tanda hidup," kata gubernur setempat, Narongsak Osottanakorn, kepada wartawan.
Kerabat dari anak-anak, yang berada di tempat penampungan di dekat gua telah berharap keajaiban setelah mereka putus asa. Mereka bersorak dan tersenyum setelah menerima kabar penemuan tersebut. Tim penyelamat juga berjabat tangan dan memberi selamat satu sama lain.
Masih belum jelas apakah ada dari tim sepak bola itu yang cedera atau membutuhkan perawatan medis, karena mereka belum bisa dievakuasi.
Seiring berlalunya hari, para anggota keluarga yang sebelumnya putus asa telah menempatkan buah, makanan pencuci mulut, minuman manis dan permen di atas tikar dekat gua. Berbagai hidangan itu sebagai persembahan kepada roh-roh yang dipercaya orang-orang sebagai pelindung gua dan hutan.
Penyelam dari unit SEAL, pasukan elite Angkatan Laut Thailand, telah memusatkan perhatian pada gundukan di dalam gua. Gundukan tempat berlindung anak-anak itu dijuluki sebagai "Pantai Pattaya".
"SEAL melaporkan bahwa mereka mencapai Pantai Pattaya yang dibanjiri. Jadi mereka pergi sejauh 400 meter di mana kami menemukan 13 orang yang selamat," kata Narongsak kepada kelompok wartawan yang bersorak-sorai.
Kapten Jessica Tait dari Angkatan Udara Amerika Serikat yang mendukung tim penyelamat mengatakan ada banyak tantangan di sepanjang pencarian. Namun, tantangan itu menyatukan negara.
"Ketika Anda menganggapnya ada banyak tantangan ketika datang ke elemen, ketika datang ke elemen, ketika datang ke berbagai tindakan," kata Tait kepada wartawan. "Tapi Anda tahu apa yang saya lihat, saya melihat (orang-orang) Thailand datang bersama," imbuh dia.
(mas)