Kim Jong-un Dilaporkan Minta China Segera Cabut Sanksi
Minggu, 01 Juli 2018 - 11:40 WIB
Kim Jong-un Dilaporkan Minta China Segera Cabut Sanksi
A
A
A
TOKYO - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, meminta Presiden China Xi Jinping untuk berusaha mengakhiri sanksi ekonomi yang dijatuhkan pada negaranya. Permintaan itu disampaikan Jong-un saat bertemu dengan Jinping di Beijing pada bulan Juni lalu.
Demikian laporan yang diturunkan surat kabar Jepang, Yomiuri.
"Jong-un mengatakan kepada Jinping bahwa dia ingin bantuan China untuk mengakhiri sanksi karena berhasil menyelesaikan pertemuan puncak antara Amerika Serikat dan Korea Utara pada 12 Juni," Yomiuri melaporkan, mengutip sumber tanpa nama yang dekat dengan masalah itu.
"Jinping mengatakan ia akan melakukan "upaya maksimal" sebagai tanggapan atas permintaan Jong-un," seperti kutip Reuters dari Yomiuri, Minggu (1/7/2018).
Kim Jong-un melakukan perjalanan ketiganya ke China tahun ini hanya seminggu setelah dia bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di sebuah pertemuan bersejarah di Singapura.
Kim Jong-un diketahui mengadakan pertemuan puncak pertamanya dengan Presiden China Xi Jinping pada bulan Maret lalu, diikuti oleh pertemuan lain pada bulan Mei jelang pertemuannya dengan Trump mengenai program nuklir Korut.
Hubungan antara Korut dan China telah lama tegang karena senjata nuklir Pyongyang. China telah menerapkan sanksi PBB terhadap Korut, tetapi setelah upaya Korut dengan AS dan China, Beijing baru-baru ini menyerukan untuk keringanan sanksi.
Demikian laporan yang diturunkan surat kabar Jepang, Yomiuri.
"Jong-un mengatakan kepada Jinping bahwa dia ingin bantuan China untuk mengakhiri sanksi karena berhasil menyelesaikan pertemuan puncak antara Amerika Serikat dan Korea Utara pada 12 Juni," Yomiuri melaporkan, mengutip sumber tanpa nama yang dekat dengan masalah itu.
"Jinping mengatakan ia akan melakukan "upaya maksimal" sebagai tanggapan atas permintaan Jong-un," seperti kutip Reuters dari Yomiuri, Minggu (1/7/2018).
Kim Jong-un melakukan perjalanan ketiganya ke China tahun ini hanya seminggu setelah dia bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di sebuah pertemuan bersejarah di Singapura.
Kim Jong-un diketahui mengadakan pertemuan puncak pertamanya dengan Presiden China Xi Jinping pada bulan Maret lalu, diikuti oleh pertemuan lain pada bulan Mei jelang pertemuannya dengan Trump mengenai program nuklir Korut.
Hubungan antara Korut dan China telah lama tegang karena senjata nuklir Pyongyang. China telah menerapkan sanksi PBB terhadap Korut, tetapi setelah upaya Korut dengan AS dan China, Beijing baru-baru ini menyerukan untuk keringanan sanksi.
(ian)