Najib Coba Rebut Kembali Barang Mewah Rp3,8 T yang Disita Polisi

Jum'at, 29 Juni 2018 - 23:48 WIB
Najib Coba Rebut Kembali...
Najib Coba Rebut Kembali Barang Mewah Rp3,8 T yang Disita Polisi
A A A
KUALA LUMPUR - Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak mengatakan kerabat dan "pihak ketiga" telah memulai proses hukum untuk merebut kembali barang-barang berharga yang disita oleh polisi.

Polisi telah menyatakan nilai barang-barang mewah dan berbagai perhiasan yang disita mencapai USD273 juta (Rp3,89 triliun), yang dianggap terbesar dalam sejarah di negara itu. Semua barang disita dari beberapa properti yang terkait dengan Najib.

Bekas pemimpin Malaysia tersebut bersikeras bahwa sebagian besar barang yang disita adalah hadiah.Baca: Uang dan Perhiasan Terkait Najib yang Disita Senilai Rp3,8 Triliun
Rincian barang-barang sitaan itu mencakup 12.000 buah perhiasan, tas yang berisi uang tunai hampir USD30 juta dalam wujud 26 mata uang yang berbeda, lebih dari 400 jam tangan senilai USD19,3 juta, dan barang-barang bermerek lainnya.

Najib, yang juga pemimpin koalisi Barisan Nasional lengser setelah kalah dalam pemilu bulan lalu. Dia telah dikaitkan dengan dugaan skandal korupsi di lembaga keuangan negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Sedangkan istrinya, Rosmah Mansor, telah banyak dikritik karena belanjaannya yang boros.

Penyelidikan dugaan skandal korupsi itu sempat dihentikan saat Najib berkuasa. Namun, setelah Mahathir Mohamad terpilih kembali menjadi Perdana Menteri Malaysia melalui kemenangan dalam pemilu, penyelidikan kasus dibuka lagi.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan hari Kamis, Najib bersikeras bahwa sebagian besar barang yang disita adalah hadiah dari teman dan pejabat asing, termasuk bangsawan, selama acara-acara khusus seperti kunjungan resmi dan hari ulang tahun.

"Beberapa barang yang disita milik kerabat dan berbagai pihak ketiga. Mereka sekarang telah memulai proses hukum untuk mengklaim barang-barang mereka dari polisi," kata Najib, yang dikutip AFP, Jumat (29/6/2018).Baca juga: Malaysia Akan Jual Barang Mewah Rp3,8 T yang Disita dari Najib
Dia juga membantah kuantitas dan penilaian barang yang dibebeberkan oleh polisi.

"Setiap penilaian berdasarkan harga saat ini akan menjadi tidak realistis, kemungkinan akan sangat meningkat dan akan memberikan gambaran yang sangat terdistorsi karena barang-barang ini diterima sebagai hadiah selama periode yang mencakup beberapa dekade," katanya.

Dia mengatakan sebuah jam tangan Rolex Daytona yang menurut polisi bernilai USD842.000 adalah hadiah dari seorang pangeran Timur Tengah yang mengunjungi Malaysia pada bulan Maret.

Polisi tidak menanggapi permintaan AFP untuk komentar, tetapi Kepala Polisi Malaysia Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun yang dikutip di surat kabar Star pada hari Jumat mengatakan bahwa penilaian dibuat oleh para ahli industri.

"Estimasi itu tidak dilakukan berdasarkan keinginan dan penaksiran kami," katanya.

Najib dan kroni-kroninya telah dituduh menjarah miliaran dolar dari dana 1MDB yang dikendalikan pemerintah untuk membeli segala sesuatu mulai dari real estate Amerika Serikat hingga karya seni.

Najib dan pihak 1MDB menyangkal melakukan kesalahan apa pun.

PM Mahathir berjanji bahwa Najib akan dituntut. Sejak lengser dari kekuasaan, Najib dan istrinya telah diinterogasi oleh penyidik Komisi A​antikorupsi Malaysia (MACC) dan dilarang meninggalkan Malaysia.
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
36 menit yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
1 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
2 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
3 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
4 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
5 jam yang lalu
Infografis
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved