Hakim Kanada Tunda Larangan Niqab di Quebec

Jum'at, 29 Juni 2018 - 09:15 WIB
Hakim Kanada Tunda Larangan...
Hakim Kanada Tunda Larangan Niqab di Quebec
A A A
TORONTO - Seorang hakim Kanada menangguhkan larangan Quebec untuk penggunaan penutup wajah. Ini adalah hakim kedua yang memberikan kemenangan kepada mereka yang menolak larangan ini karena dianggap diskriminasi terhadap perempuan Muslim dan melanggar hak konstitusional.

Larangan yang diberlakukan sejak Oktober lalu itu melarang orang-orang memberi atau mendapatkan layanan publik. Kebijakan ini memengaruhi semua orang mulai dari guru dan siswa hingga karyawan rumah sakit, petugas polisi, sopir bus, dan pengguna angkutan umum di provinsi yang kebanyakan berbahasa Prancis.

Sementara hukum tidak menyebutkan agama apa pun, perdebatan telah berfokus pada niqab, cadar penuh yang dikenakan oleh minoritas kecil wanita Muslim.

Seorang hakim pada bulan Desember menangguhkan larangan tersebut sampai pemerintah provinsi membuat peraturan yang lengkap, termasuk pengaturan bagi individu untuk mendapatkan pengecualian agama. Regulasi ini siap berlaku pada hari Minggu.

Tetapi hakim lain pada hari Kamis menganggap aturan baru itu membingungkan dan ambigu serta menghentikan pelaksanaannya sementara tantangan terhadap pengadilan terus berlanjut.

Hakim Pengadilan Tinggi Quebec Marc-Andre Blanchard menulis dalam putusannya bahwa undang-undang itu muncul di wajahnya untuk melanggar Piagam Hak dan Kebebasan Kanada. Ia menambahkan bahwa hal itu dapat menyebabkan perempuan Muslim mendapatkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki.

Pemerintah Liberal Quebec membela undang-undang itu, dengan mengatakan itu tidak mendiskriminasikan perempuan Muslim dan diperlukan untuk alasan keamanan, identifikasi dan komunikasi. Nama tindakan mengacu pada "netralitas agama" dan "akomodasi berdasarkan agama."

Para penentang larangan ini mengatakan pemerintah menargetkan kelompok minoritas yang telah menjadi sasaran ancaman dan kekerasan. Menurut statistik Kanada, Quebec memiliki sekitar 243.000 umat Muslim dari populasi 8 juta pada 2011.

Pada Januari 2017, seorang pria bersenjata masuk ke sebuah masjid Kota Quebec dan menembak enam orang hingga tewas. Seorang mahasiswa universitas Perancis-Kanada telah mengaku bersalah.

Mengomentari keputusan terbaru, pengacara Catherine McKenzie, yang mewakili para penggugat, mengatakan: "Saya berharap bahwa yang terjadi adalah bahwa pengadilan masih ada di sana untuk melindungi dan membela warga negara terhadap tindakan pemerintah yang tidak lolos konstitusi," seperti dikutip dari Reuters, Jumat (29/6/2018).

Prancis, Belgia, Belanda, Bulgaria, dan negara bagian Bavaria di Jerman telah memberlakukan pembatasan terhadap pemakaian cadar wajah penuh di tempat-tempat umum. Sementara Denmark berencana untuk memulai larangannya sendiri.
(ian)
Berita Terkait
Pembunuhan Warga India...
Pembunuhan Warga India di Kanada Memicu Hubungan India-Kanada Memburuk
Kebakaran Hutan Kanada...
Kebakaran Hutan Kanada Meluas, Rumah dan Mobil Hangus Terbakar
Bawa Senapan M-14, Seorang...
Bawa Senapan M-14, Seorang Pria Serang Rumah PM Kanada
Tersandung Skandal dan...
Tersandung Skandal dan Berselisih dengan Trudeau, Menkeu Kanada Resign
Dubes Indonesia dan...
Dubes Indonesia dan Kanada Siap Majukan Kerja Sama Bilateral
Hasil Copa America 2024:...
Hasil Copa America 2024: Perkasa, Argentina Kalahkan Kanada 2-0
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
39 menit yang lalu
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
1 jam yang lalu
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
2 jam yang lalu
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
4 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
5 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved