Prancis Berharap Erdogan Mulai Melunak Terhadap Uni Eropa
Selasa, 26 Juni 2018 - 18:49 WIB
Prancis Berharap Erdogan Mulai Melunak Terhadap Uni Eropa
A
A
A
PARIS - Presiden Prancis, Emanuel Macron dikabarkan telah menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Turki, Tayyip Erdogan atas terpilihnya kembali sebagai pemimpin Turki dalam pemilihan umum yang berlangsung akhir pekan lalu.
Menurut seorang sumber di pemerintahan Prancis, dalam pembicaraan dengan Erdogan, Macron berharap pemerintahan Turki yang baru, meski dipimpin oleh orang yang sama, dapat bersikap lebih lunak terhadap Uni Eropa (UE).
"Presiden Prancis telah mengucapkan selamat kepada Recep Tayyip Erdogan dan berharap rakyat Turki sukses dalam pembangunan ekonomi dan sosial negara mereka dan dalam fungsi demokrasi dari institusi mereka," kata sumber itu.
"Macron dalam pembicaraan itu menekankan pentingnya dialog yang lebih tenang antara Turki dan UE," sambungnya yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dilansir Reuters pada Selasa (26/6).
Seperti diketahui, kemarin, Dewan Pemilihan Tertinggi Turki mengumumkan bahwa Erdogan memenangkan mayoritas mutlak dalam pemilihan presiden. Dengan 99,6 persen kotak suara dibuka, Erdogan memimpin dengan 52,58 persen suara, sementara saingan terdekatnya Muharrem Ince tertinggal di belakang dengan 30,64 persen.
Pemilu presiden dan parlemen Turki yang digelar kemarin sendiri merupakan pemilu bersejarah, karena merupakan pemilu pertama di bawah sistem konsitusi baru, yakni presidensial.
Menurut seorang sumber di pemerintahan Prancis, dalam pembicaraan dengan Erdogan, Macron berharap pemerintahan Turki yang baru, meski dipimpin oleh orang yang sama, dapat bersikap lebih lunak terhadap Uni Eropa (UE).
"Presiden Prancis telah mengucapkan selamat kepada Recep Tayyip Erdogan dan berharap rakyat Turki sukses dalam pembangunan ekonomi dan sosial negara mereka dan dalam fungsi demokrasi dari institusi mereka," kata sumber itu.
"Macron dalam pembicaraan itu menekankan pentingnya dialog yang lebih tenang antara Turki dan UE," sambungnya yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dilansir Reuters pada Selasa (26/6).
Seperti diketahui, kemarin, Dewan Pemilihan Tertinggi Turki mengumumkan bahwa Erdogan memenangkan mayoritas mutlak dalam pemilihan presiden. Dengan 99,6 persen kotak suara dibuka, Erdogan memimpin dengan 52,58 persen suara, sementara saingan terdekatnya Muharrem Ince tertinggal di belakang dengan 30,64 persen.
Pemilu presiden dan parlemen Turki yang digelar kemarin sendiri merupakan pemilu bersejarah, karena merupakan pemilu pertama di bawah sistem konsitusi baru, yakni presidensial.
(esn)