Tolak Seruan Israel dan AS, Hizbullah Akan Tetap Berada di Suriah

Sabtu, 09 Juni 2018 - 02:26 WIB
Tolak Seruan Israel...
Tolak Seruan Israel dan AS, Hizbullah Akan Tetap Berada di Suriah
A A A
BEIRUT - Kelompok Hizbullah yang didukung Iran akan tetap berada di Suriah selama Presiden Suriah Bashar al-Assad menginginkannya. Hal itu dikatakan oleh pemimpin kelompok tersebut, menentang tekanan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang diperbarui untuk memaksa Teheran dan sekutunya untuk keluar dari negara itu.

"Saya akan memberitahu Anda bahwa jika seluruh dunia bersatu untuk memaksa kita meninggalkan Suriah, mereka tidak akan bisa mengusir kita," kata Sayyid Hassan Nasrallah dalam pidato di televisi, menambahkan bahwa hanya pimpinan Suriah yang bisa meminta mereka pergi seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (9/6/2018).

Dalam pidatonya, Nasrallah mencemooh gagasan bahwa AS, Israel atau tekanan Teluk memaksa sebuah irisan antara Rusia dan Iran di Suriah.

Israel telah berulang kali menyerang Hizbullah dan sasaran Iran di Suriah, mengatakan mereka harus meninggalkan negara itu, dengan mana negara itu berbagi perbatasan. Washington juga menuntut agar Iran dan memaksa negara itu mundur.

Bersamaan dengan Rusia, pasukan yang didukung Iran di Suriah telah membantu Assad mengusir para pemberontak dari kota-kota terbesar di negara itu dan merebut kembali wilayah gurun timur dari Negara Islam.

Rusia baru-baru ini menyerukan kepada semua pasukan non-Suriah untuk meninggalkan Suriah selatan, sebuah pernyataan yang dianggap sebagian ditujukan untuk Iran, serta pasukan AS di pangkalan dekat perbatasan Irak.

Pejabat senior Suriah mengatakan mereka ingin merebut kembali wilayah yang dikuasai pemberontak di barat daya dekat perbatasan dengan Israel. Serangan Israel di Suriah sebagian bertujuan untuk menjaga Hizbullah dan pasukan lain yang didukung Iran dari perbatasannya.

Minggu ini, penempatan pasukan Rusia di dekat perbatasan dengan Libanon menyebabkan gesekan dengan pasukan yang didukung Iran di sana termasuk Hizbullah, sebuah kasus langka sekutu Assad yang bertindak tidak sinkron satu sama lain, meskipun itu segera diselesaikan.
(ian)
Berita Terkait
Pasukan Israel Hancurkan...
Pasukan Israel Hancurkan Pos Pengamatan Suriah di Dataran Tinggi Golan
Benarkah Hizbullah Terlibat...
Benarkah Hizbullah Terlibat Memprovokasi Konflik Berdarah Terbaru di Suriah?
8 Tewas akibat Pager...
8 Tewas akibat Pager Meledak Bersamaan di Lebanon
Israel Serang Lebanon...
Israel Serang Lebanon Selatan, 10 Warga Suriah Tewas
Hizbullah dan Milisi...
Hizbullah dan Milisi Suriah Jalankan Pabrik Narkoba di Tengah Perang
Israel Menyalahkan Hizbullah...
Israel Menyalahkan Hizbullah atas Serangan di Majdal Shams
Berita Terkini
Siapa Kozo Okamoto?...
Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina
28 menit yang lalu
Venezuela Tak Bisa Ambil...
Venezuela Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas Batangan senilai Rp71 Triliun, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
3 jam yang lalu
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
4 jam yang lalu
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
7 jam yang lalu
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
8 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved