Korut Dapatkan Bantuan AS Jika Lakukan Denuklirisasi

Minggu, 03 Juni 2018 - 09:46 WIB
Korut Dapatkan Bantuan...
Korut Dapatkan Bantuan AS Jika Lakukan Denuklirisasi
A A A
SINGAPURA - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Jim Mattis, mengatakan Korea Utara (Korut) akan menerima bantuan hanya setelah mengambil langkah yang jelas dan tidak dapat diubah untuk mengakhiri program nuklirnya. Ia menambahkan itu akan menjadi jalan bergelombang menuju pertemuan puncak antara AS dan para pemimpin Korut.

“Kita dapat mengantisipasi, paling baik, jalan bergelombang menuju (negosiasi),” kata Mattis sebelum dimulainya pertemuan dengan kolegenya dari Korea Selatan (Korsel) dan Jepang di sela-sela dialog Shangri-la di Singapura.

“Kami akan terus menerapkan semua resolusi Dewan Keamanan PBB di Korea Utara. Korea Utara akan menerima bantuan hanya jika itu menunjukkan langkah-langkah yang dapat diverifikasi dan tidak dapat diubah untuk denuklirisasi,” tambah Mattis seperti dilansir dari Reuters, Minggu (3/6/2018).

Pada hari Jumat lalu Trump mengatakan akan mengadakan pertemuan dengan pemimpin Korut Kim Jong-un pada 12 Juni dalam suatu perubahan dramatis dalam diplomasi taruhan tinggi yang bertujuan untuk mengakhiri program senjata nuklir Pyongyang.

Delapan hari setelah membatalkan KTT mengutip "permusuhan" Pyongyang, Trump mengumumkan keputusan untuk melanjutkan pertemuan setelah menjadi tuan rumah utusan Kim Jong-un di Gedung Putih. Trump mengatakan ia mengharapkan hasil yang sangat positif dengan Korut.

Korut telah menghadapi sanksi ekonomi selama bertahun-tahun atas program nuklir dan rudalnya sejak melakukan uji coba nuklir pertamanya pada 2006.

Pemerintah Trump ingin Korut "denuklirisasi", yang berarti menyingkirkan persenjataan nuklirnya, sebagai imbalan atas keringanan sanksi ekonomi.

Namun kepemimpinan Korut diyakini menganggap senjata nuklir sangat penting bagi kelangsungan hidupnya dan telah menolak perlucutan senjata secara sepihak.

Program senjata nuklir Korut telah menjadi sumber ketegangan keamanan utama yang bertahan meskipun dihantam serangkaian sanksi PBB dan AS. Negara tertutup itu juga menunjukkan kemajuan dalam teknologi rudal balistik yang diyakini para ahli sekarang mampu mengancam daratan AS.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Adik Kim Jong-un: AS...
Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Trump Bantah Laporan...
Trump Bantah Laporan yang Menyebut Kim Jong Un Sakit Parah
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Pompeo Tampik Kemungkinan...
Pompeo Tampik Kemungkinan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Trump Buka Kemungkinan...
Trump Buka Kemungkinan Kembali Bertemu dengan Kim Jong-un
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
1 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
2 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
2 jam yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
3 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
3 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved