Suriah Pimpin Konferensi Perlucutan Senjata, AS: Ini Menggelikan
Selasa, 29 Mei 2018 - 21:58 WIB
Suriah Pimpin Konferensi Perlucutan Senjata, AS: Ini Menggelikan
A
A
A
JENEWA - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk kantor PBB di Jenewa, Robert Wood menggambarkan posisi Suriah sebagai pemimpin Konferensi Perlucutan Senjata sebagai sebuah parodi. Menurutnya, ini adalah sesuatu yang menggelikan.
"Kehadiran Suriah di sini adalah sebuah parodi. Rezim ini telah melakukan kejahatan yang tak terhitung jumlahnya terhadap rakyatnya sendiri melalui penggunaan senjata kimia, dan harusnya itu menjadi alasan bagi mereka untuk tidak diterima di badan ini," ucap Wood.
"Mereka tidak memiliki otoritas moral atau kredibilitas untuk memimpin badan ini, dan kami akan menjelaskannya dengan sangat jelas selama masa kepresidenan Suriah yang kami anggap menjijikkan," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (29/5).
Suriah, kemarin mengambil alih jabatan Presiden Konferensi Perlucutan Senjata. Menurut praktik yang sudah berlangsung selama puluhan tahun itu, posisi Presiden Konferensi Perlucutan Senjata digilir setiap bulan, berdasarkan abjad dalam bahasa Inggris.
Dalam sidang pertama Konferensi Perlucutan Senjata di bawah kepresidenan Suriah yang berlangsung hari ini, AS memimpin sebuah kelompok negara untuk melancarkan protes.
Wood bersama sejumlah diplomat negara lain, termasuk diplomat Inggris dan Australia meninggalkan ruangan ketika Duta Besar Suriah, Hussam Edin Aala membuka sesi, sebelum akhirnya dia kembali untuk menyuarakan ketidaksenangan Washington.
Selain AS, Inggris dan Australia, Prancis juga turut memproses kepemimpinan Suriah dalam badan ini. Menurut Prancis, Suriah tidak memiliki otoritas moral untuk memimpin badan PBB tersebut.
"Kehadiran Suriah di sini adalah sebuah parodi. Rezim ini telah melakukan kejahatan yang tak terhitung jumlahnya terhadap rakyatnya sendiri melalui penggunaan senjata kimia, dan harusnya itu menjadi alasan bagi mereka untuk tidak diterima di badan ini," ucap Wood.
"Mereka tidak memiliki otoritas moral atau kredibilitas untuk memimpin badan ini, dan kami akan menjelaskannya dengan sangat jelas selama masa kepresidenan Suriah yang kami anggap menjijikkan," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (29/5).
Suriah, kemarin mengambil alih jabatan Presiden Konferensi Perlucutan Senjata. Menurut praktik yang sudah berlangsung selama puluhan tahun itu, posisi Presiden Konferensi Perlucutan Senjata digilir setiap bulan, berdasarkan abjad dalam bahasa Inggris.
Dalam sidang pertama Konferensi Perlucutan Senjata di bawah kepresidenan Suriah yang berlangsung hari ini, AS memimpin sebuah kelompok negara untuk melancarkan protes.
Wood bersama sejumlah diplomat negara lain, termasuk diplomat Inggris dan Australia meninggalkan ruangan ketika Duta Besar Suriah, Hussam Edin Aala membuka sesi, sebelum akhirnya dia kembali untuk menyuarakan ketidaksenangan Washington.
Selain AS, Inggris dan Australia, Prancis juga turut memproses kepemimpinan Suriah dalam badan ini. Menurut Prancis, Suriah tidak memiliki otoritas moral untuk memimpin badan PBB tersebut.
(esn)