Janji Lindungi Kim Jong-un, Trump: Korut Takkan 'Di-Libya-kan'

Jum'at, 18 Mei 2018 - 02:43 WIB
Janji Lindungi Kim Jong-un,...
Janji Lindungi Kim Jong-un, Trump: Korut Takkan 'Di-Libya-kan'
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump tidak akan menerapkan "model Libya" untuk denuklirisasi Semenanjung Korea. Dia bahkan berjanji melindungi pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un jika setuju menjalankan denuklirisasi.

Pernyataan presiden Amerika itu untuk menyangkal gagasan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton. Bolton sebelumnya menyatakan "model Libya" cocok diterapkan dalam denuklirisasi Korea Utara.

"Jika Kim setuju untuk denuklirisasi Semenanjung Korea, dia akan mendapatkan perlindungan yang akan sangat kuat," kata Trump.

"Suriah tidak pernah memiliki perlindungan, atau jika Anda melihat di mana saja di Timur Tengah, Anda melihat Irak, Anda melihat Libya, dengan Libya pasti mereka tidak memiliki perlindungan, mereka memiliki kebalikannya. Itu pengikisan absolut dan itulah yang kami rencanakan untuk dilakukan dan itulah yang kami lakukan," ujar Trump kepada wartawan yang dilansir Reuters, Jumat (18/5/2018).

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan bahwa Amerika Serikat terus mempersiapkan pertemuan antara Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura, meskipun ada ancaman dari Pyongyang untuk membatalkannya.

"Tidak ada yang berubah di pihak kami," kata Sanders."Ini adalah undangan yang ditawarkan Korea Utara dan kami telah menerima, dan kami terus bergerak maju dalam persiapan itu," ujarnya.

Sehari sebelumnya, Sanders mengatakan bahwa pemerintahan Trump masih berharap bahwa konferensi tingkat tinggi (KTT) Singapura antara presiden AS dan pemimpin Korea Utara akan berjalan sesuai rencana, yakni pada 12 Juni.

Pertemuan bersejarah AS dan Korut itu terancam setelah media pemerintah Korut melaporkan bahwa Pyongyang telah menunda pembicaraan dengan pemerintah Korea Selatan yang dijadwalkan pada 16 Mei. Pembatalan dilakukan setelah AS dan Korea Selatan nekat melakukan latihan perang gabungan Max Thunder.

Setelah membatalkan pembicaraan dua Korea, Pyongyang menekankan bahwa mereka tidak tertarik pada tuntutan unilateral dari AS mengenai denuklirisasi. Menurut Pyongyang, Korut akan bernegosiasi dengan Trump jika AS berusaha meningkatkan hubungan bilateral.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Adik Kim Jong-un: AS...
Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Trump Bantah Laporan...
Trump Bantah Laporan yang Menyebut Kim Jong Un Sakit Parah
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Pompeo Tampik Kemungkinan...
Pompeo Tampik Kemungkinan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Trump Sebut Kim Jong-un...
Trump Sebut Kim Jong-un Mengaku Telah Bunuh Pamannya
Berita Terkini
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
53 menit yang lalu
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
2 jam yang lalu
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
2 jam yang lalu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
3 jam yang lalu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
3 jam yang lalu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
4 jam yang lalu
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved