FBI Investigasi 1.000 Tersangka Teroris 'Lone Wolf'

Kamis, 17 Mei 2018 - 09:48 WIB
FBI Investigasi 1.000...
FBI Investigasi 1.000 Tersangka Teroris 'Lone Wolf'
A A A
WASHINGTON - FBI tengah melakukan investigasi terhadap 1.000 tersangka teroris "Lone Wolf" dan 1.000 teroris domestik. Hal itu diungkapkan oleh Direktur FBI Christopher Wray kepada komite Kongres Amerika Serikat (AS).

Wray mengatakan apa yang disebut teroris "Lone Wolf" - yang digambarkan oleh pejabat penegak hukum sebagai individu yang sering diradikalisasi melalui internet atau media sosial lainnya - adalah prioritas kontraterorisme tertinggi FBI.

Wray mengungkapkan FBI memiliki sekitar 1.000 investigasi terhadap tersangka Lone Wolf di 50 negara. Angka itu tidak termasuk penyelidikan al-Qaeda, penyelidikan (Negara Islam) tradisional, dan investigasi terorisme domestik.

"Dan yang membuatnya begitu sulit adalah tidak ada banyak titik untuk terhubung dengan beberapa orang ini," katanya.

“Mereka memilih sasaran lunak, mereka menggunakan senjata yang mudah digunakan; Anda tahu, IED (alat peledak rakitan), mobil, pisau, dan senjata,” ugnkapnya seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (17/5/2018).

Beberapa penembakan massal dalam beberapa tahun terakhir telah dikaitkan dengan apa yang disebut "Lone Wolf" yang kegiatannya sulit diprediksi, seperti penembak Orlando yang dilakukan oleh Omar Mateen.

Wray mengatakan FBI berusaha menjadi lebih baik dalam mencari redflag yang bisa menjadi sinyal ketika orang-orang menjadi radikal mungkin mulai mempertimbangkan untuk mengambil tindakan.

Selain itu, Wray mengatakan, FBI sedang mengejar 1.000 investigasi lain ke tersangka teroris domestik.

Pejabat penegak hukum kedua, yang berbicara tentang kondisi anonimitas, mengatakan ekstrimis sayap kanan, kekerasan hak-hak binatang dan ekstremis anti-aborsi, dan militan Afrika-Amerika atau sayap kiri jatuh ke dalam kategori ini.

Pejabat itu mengatakan ada tumpang tindih dalam statistik FBI mengenai jumlah penyelidikan terhadap Lone Wolf dan penyelidikan yang terkait dengan gerakan Negara Islam.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
40 menit yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
1 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
2 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
3 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
4 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
5 jam yang lalu
Infografis
China Uji Coba Bom Hidrogen...
China Uji Coba Bom Hidrogen Hasilkan Suhu 1.000 Derajat Celsius
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved