Eks PM Najib Razak Dilaporkan ke KPK Malaysia

Senin, 14 Mei 2018 - 12:13 WIB
Eks PM Najib Razak Dilaporkan...
Eks PM Najib Razak Dilaporkan ke KPK Malaysia
A A A
KUALA LUMPUR - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia dilaporkan ke Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) atau Komisi Pemberatasan Korupsi Malaysia. Pelapornya adalah mantan anak buahnya, yang perna menjadi pejabat di MACC.

Abdul Razak Idris, mantan Direktur Investigasi dan Intelijen MACC, mengajukan dua laporan ke komisi anti-rasuah terhadap Najib Razak pada Senin (14/5/2018) pagi.

Laporan pertama atas tuduhan bahwa Najib telah menggunakan posisinya untuk menerima gratifikasi. Laporan kedua atas tuduhan bahwa Najib diduga memiliki properti yang tidak dapat dijelaskan pada publik.

"Saya juga akan berdiskusi dengan para perwira di sini jika saya harus mengajukan laporan lain di sini atau dengan polisi di bawah Pasal 217 dan 218 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana di mana pegawai negeri tertentu menyelamatkan seseorang dari hukuman atau properti dari penyitaan," katanya.

"Alasan saya mengajukan laporan hari ini adalah agar MACC dapat mengambil tindakan cepat," katanya kepada wartawan sebelum memasuki markas MACC, yang dikutip The Star.

"Kami juga tidak tahu apakah Komisaris Utama saat ini Tan Sri Dzulkifli Ahmad akan digantikan oleh pendahulunya Tan Sri Abu Kassim (atau tidak)," ujarnya.

Najib Razak dari koalisi Barisan Nasional (BN) telah kalah dalam pemilu Malaysia Rabu pekan lalu. BN dikalahkan koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir Mohammad.

Setelah menang pemilu, Mahatahir resmi dilantik sebagai PM Malaysia pada Kamis lalu. Dia telah berjanji membuka kembali kasus skandal korupsi di lembaga keuangan negara 1Malaysia Development Berhad (IMDB) yang diduga melibatkan Najib Razak. Rekening pribadi Najib pernah terdeteksi menerima aliran dana dari 1MDB sebesar USD700 juta.

Ditanya mengapa Abdul Razak memutuskan untuk mengajukan laporan terhadap Najib Razak sekarang, dia mengklaim bahwa tak ada gunanya melapor saat itu, karena tidak ada tindakan yang akan diambil.

"Beberapa pihak juga khawatir tentang saya karena berani untuk mengajukan laporan, tetapi tidak apa-apa. Saya sudah berusia 69 tahun. Kalau saya mati, saya mati untuk negara ini," imbuh Abdul Razak.
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
10 menit yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
19 menit yang lalu
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
1 jam yang lalu
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
3 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
3 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
4 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved