PM China Temui Jokowi, Investasi Jadi Pembahasan Utama

Jum'at, 04 Mei 2018 - 22:40 WIB
PM China Temui Jokowi,...
PM China Temui Jokowi, Investasi Jadi Pembahasan Utama
A A A
JAKARTA - Perdana Menteri (PM) China Li Keqiang akan menemui Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) saat lawatan ke Jakarta, 6-8 Mei 2018. Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan, ekonomi dan investasi akan menjadi pembahasan utama dalam pertemuan tersebut.

"Soal ekonomi dan investasi (menjadi) yang utama dibahas. Buat Indonesia, hubungan baik dengan semua negara tentu dijaga, tidak hanya dengan China. Bukan cuma Indonesia yang melihat China penting untuk urusan ekonomi, tapi negara lain juga. Ini yang ditekankan Presiden, untuk membangun hubungan yang win-win solution," kata Retno, Jumat (4/5/2018).

Menlu Retno menyatakan bahwa Indonesia terus berusaha untuk mempersempit defisit perdagangan di antara kedua negara. Dalam dua tahun terakhir Indonesia sudah bisa mempersempit neraca perdagangan dengan China hingga 11,63 persen.

"Nanti Indonesia juga akan menyampaikan soal peningkatan ekspor ke Tiongkok (China) berupa kelapa sawit, manggis, salak, pisang, dan sarang burung walet," ujar Retno. Menurutnya, Indonesia ingin ada investasi yang berkualitas yang mendatangkan keuntungan bagi negeri ini.

Isu-isu regional dan internasional juga kemungkinan dibahas dalam pertemuan Jokowi dan Li. Isu-isu itu di antaranya, krisis Korea Utara dan krisis Laut China Selatan.

"Tentunya, bukan tidak mungkin isu mengenai situasi di kawasan atau isu dunia akan dibahas oleh kedua pemimpin, selain itu bilateral. Jadi, bukan tidak mungkin," ucap Retno.

"Bukan tidak mungkin akan dibahas (soal Korut). Tetapi posisi kita sudah jelas, posisi China juga sudah jelas, bahwa China juga mendukung proses peradamaian, reunifikasi, kita juga mendukung reunifikasi," imbuh diplomat top Indonesia ini.

Retno menambahkan, kunjungan Li Keqiang ke Indonesia merupakan kunjungan balasan yang dilakukan Jokowi beberap waktu lalu. Lawatan dua hari PM Li juga sekaligus untuk menandai peringatan lima tahun hubungan komprehensif kedua negara dan peringatan 15 tahun kemitraan ASEAN-China.

"Ini sifatnya bukan bilateral. Jakarta ini menjadi lokasi Sekretariat ASEAN. Tahun ini, kita memperingati 15 tahun kemitraan strategis ASEAN-China dan Li Keqiang akan melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal ASEAN. Kantor Sekjen ASEAN berada di Jakarta, oleh karena itu Li Keqiang akan melakukan kegiatan yang sifatnya bukan bilateral, tapi pendekatan China dengan ASEAN," imbuh Menlu perempuan pertama Indonesia tersebut.

(mas)
wa-channel
Follow
Berita Terkait
Pakar: Manuver China...
Pakar: Manuver China di Laut Natuna Utara Harus Disikapi Tegas
China Bolehkan Penjaga...
China Bolehkan Penjaga Pantai Tembak Kapal Asing, Indonesia Wajib Protes
Debat di Radio, Indonesia...
Debat di Radio, Indonesia Usir Kapal Coast Guard China dari Perairan Natuna
2 Negara Tetangga Indonesia...
2 Negara Tetangga Indonesia Ini Berani Menggertak China
Apakah Indonesia Berbatasan...
Apakah Indonesia Berbatasan dengan Laut China Selatan? Ini Jawabannya
Media China Sentil Indonesia...
Media China Sentil Indonesia karena Menentang Klaim China di Laut China Selatan
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
24 menit yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
1 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
2 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
4 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
4 jam yang lalu
Terpopuler
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved