Gedung Putih Belum Bisa Konfirmasi Soal Pembebasan 3 Warga AS
Jum'at, 04 Mei 2018 - 09:17 WIB
Gedung Putih Belum Bisa Konfirmasi Soal Pembebasan 3 Warga AS
A
A
A
WASHINGTON - Gedung Putih tidak dapat mengkonfirmasi laporan yang menyatakan pembebasan tiga warga Amerika Serikat (AS) oleh Korea Utara (Korut). Meski begitu, Gedung Putih menyatakan akan menyambut pembebasan tiga warga AS yang dipenjara Korea Utara Korut.
Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, menilai tindakan yang dilakukan Korut itu adalah isyarat niat baik Pyongyang sebelum pertemuan puncak yang direncanakan antara Presiden Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un.
“Kami tidak dapat mengkonfirmasi validitas dari setiap laporan yang saat ini keluar tentang pembebasan mereka, tetapi kami tentu akan melihat ini sebagai tanda niat baik jika Korea Utara akan membebaskan tiga orang Amerika menjelang diskusi antara Presiden Trump dan Kim Jong Un,” juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, mengatakan pada wartawan seperti dilansir dari Reuters, Jumat (4/5/2018).
Sementara itu, Trump sendiri tidak menyinggung soal Korea atau para tahanan ketika berbicara di sebuah acara doa bersama di Gedung Putih.
“Negara kami melakukannya dengan sangat baik. Anda akan segera melihat beberapa pengumuman yang sangat bagus,” katanya singkat.
Harapan telah tumbuh bahwa Korut akan segera membebaskan tiga warga AS jelang pertemuan puncak yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa minggu mendatang.
Asa itu semakin membuncah ketika Rudy Giuliani, pengacara utama Trump yang baru, mengatakan kepada Fox News Channel bahwa Pyongyang akan membebaskan mereka pada Kamis pagi. Tidak jelas apakah Giuliani memiliki pengetahuan langsung tentang negosiasi seputar masalah ini.
Sebelumnya dilaporkan bahwa Korut akan membebaskan tiga warga AS. Ketiganya adalah misionaris Korea-Amerika Kim Dong Chul, ditangkap pada tahun 2015; Kim Sang-duk, juga dikenal sebagai Tony Kim, yang menghabiskan satu bulan mengajar di Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang yang didanai asing (PUST) sebelum dia ditangkap pada tahun 2017; dan Kim Hak Song, yang juga mengajar di PUST dan ditahan pada tahun 2017.
Baca: Korut Bebaskan Tiga Warga AS yang Ditahan
Tetapi dari ketiganya, hanya Kim Dong Chul yang ditangkap sebelum Trump menjadi presiden pada Januari 2017.
Pemerintah AS sedang memeriksa laporan bahwa ketiganya baru-baru ini dipindahkan dari kamp kerja paksa ke sebuah hotel dekat Pyongyang.
Baca: AS Cek Laporan Korut Bebaskan Tiga Warganya
Pertemuan antara Trump dan Jong-un sendiri diperkirakan akan berlangsung pada akhir Mei atau awal Juni. Tanggal dan lokasi pasti pertemuan dua tokoh yang sempat terlibat perang kata-kata hingga kini belum dipastikan.
Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, menilai tindakan yang dilakukan Korut itu adalah isyarat niat baik Pyongyang sebelum pertemuan puncak yang direncanakan antara Presiden Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un.
“Kami tidak dapat mengkonfirmasi validitas dari setiap laporan yang saat ini keluar tentang pembebasan mereka, tetapi kami tentu akan melihat ini sebagai tanda niat baik jika Korea Utara akan membebaskan tiga orang Amerika menjelang diskusi antara Presiden Trump dan Kim Jong Un,” juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, mengatakan pada wartawan seperti dilansir dari Reuters, Jumat (4/5/2018).
Sementara itu, Trump sendiri tidak menyinggung soal Korea atau para tahanan ketika berbicara di sebuah acara doa bersama di Gedung Putih.
“Negara kami melakukannya dengan sangat baik. Anda akan segera melihat beberapa pengumuman yang sangat bagus,” katanya singkat.
Harapan telah tumbuh bahwa Korut akan segera membebaskan tiga warga AS jelang pertemuan puncak yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa minggu mendatang.
Asa itu semakin membuncah ketika Rudy Giuliani, pengacara utama Trump yang baru, mengatakan kepada Fox News Channel bahwa Pyongyang akan membebaskan mereka pada Kamis pagi. Tidak jelas apakah Giuliani memiliki pengetahuan langsung tentang negosiasi seputar masalah ini.
Sebelumnya dilaporkan bahwa Korut akan membebaskan tiga warga AS. Ketiganya adalah misionaris Korea-Amerika Kim Dong Chul, ditangkap pada tahun 2015; Kim Sang-duk, juga dikenal sebagai Tony Kim, yang menghabiskan satu bulan mengajar di Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang yang didanai asing (PUST) sebelum dia ditangkap pada tahun 2017; dan Kim Hak Song, yang juga mengajar di PUST dan ditahan pada tahun 2017.
Baca: Korut Bebaskan Tiga Warga AS yang Ditahan
Tetapi dari ketiganya, hanya Kim Dong Chul yang ditangkap sebelum Trump menjadi presiden pada Januari 2017.
Pemerintah AS sedang memeriksa laporan bahwa ketiganya baru-baru ini dipindahkan dari kamp kerja paksa ke sebuah hotel dekat Pyongyang.
Baca: AS Cek Laporan Korut Bebaskan Tiga Warganya
Pertemuan antara Trump dan Jong-un sendiri diperkirakan akan berlangsung pada akhir Mei atau awal Juni. Tanggal dan lokasi pasti pertemuan dua tokoh yang sempat terlibat perang kata-kata hingga kini belum dipastikan.
(ian)