Korut Bebaskan Tiga Warga AS yang Ditahan
Kamis, 03 Mei 2018 - 08:55 WIB
Korut Bebaskan Tiga Warga AS yang Ditahan
A
A
A
SEOUL - Korea Utara (Korut) telah membebaskan tiga warga Amerika Serkat yang telah ditahan oleh negara itu. Demikian laporan kantor berita Korea Selatan (Korsel), Yonhap, mengutip pernyataan seorang aktivis yang melobi untuk pembebasan tahanan.
Pembebasan ini memenuhi salah satu syarat yang diminta oleh pemerintahan Trump sebelum ia bertemu dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un. Namun, laporan ini belum dikonfirmasi oleh Departemen Luar Negeri AS.
Tiga warga negara AS - Kim Dong-chul, Kim Sang-duk dan Kim Hak-song - dibebaskan dari kamp kerja paksa dan diberi perawatan kesehatan serta indoktrinasi ideologis di Pyongyang, menurut laporan di Financial Times.
Para tahanan - yang tetap tinggal di Korut tetapi akan diserahkan sebelum atau selama KTT - dituduh melakukan aksi spionase atau "tindakan bermusuhan."
Washington dan Pyongyang diketahui tengah melakukan pembicaraan tentang kemungkinan pemulangan mereka.
"Kami mendengarnya melalui sumber kami di Korea Utara akhir bulan lalu," ujar Choi Sung-ryong, aktivis Korsel yang membantu melobi pembebasan ketiganya kepada Financial Times.
"Kami percaya bahwa Trump dapat membawa mereka kembali pada hari KTT AS-Korea Utara atau dia dapat mengirim utusan untuk membawa mereka kembali ke AS sebelum KTT," imbuhnya seperti dikutip dari New York Post, Kamis (3/5/2018).
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mendesak Kim Jong-un untuk membebaskan para tahanan selama pertemuan rahasia keduanya bulan lalu.
Pada bulan Juni, Otto Warmbier, seorang mahasiswa Amerika yang ditangkap dan ditahan di Korut, meninggal hanya beberapa hari setelah dikembalikan ke keluarganya di AS dalam keadaan koma.
Pembebasan ini memenuhi salah satu syarat yang diminta oleh pemerintahan Trump sebelum ia bertemu dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un. Namun, laporan ini belum dikonfirmasi oleh Departemen Luar Negeri AS.
Tiga warga negara AS - Kim Dong-chul, Kim Sang-duk dan Kim Hak-song - dibebaskan dari kamp kerja paksa dan diberi perawatan kesehatan serta indoktrinasi ideologis di Pyongyang, menurut laporan di Financial Times.
Para tahanan - yang tetap tinggal di Korut tetapi akan diserahkan sebelum atau selama KTT - dituduh melakukan aksi spionase atau "tindakan bermusuhan."
Washington dan Pyongyang diketahui tengah melakukan pembicaraan tentang kemungkinan pemulangan mereka.
"Kami mendengarnya melalui sumber kami di Korea Utara akhir bulan lalu," ujar Choi Sung-ryong, aktivis Korsel yang membantu melobi pembebasan ketiganya kepada Financial Times.
"Kami percaya bahwa Trump dapat membawa mereka kembali pada hari KTT AS-Korea Utara atau dia dapat mengirim utusan untuk membawa mereka kembali ke AS sebelum KTT," imbuhnya seperti dikutip dari New York Post, Kamis (3/5/2018).
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mendesak Kim Jong-un untuk membebaskan para tahanan selama pertemuan rahasia keduanya bulan lalu.
Pada bulan Juni, Otto Warmbier, seorang mahasiswa Amerika yang ditangkap dan ditahan di Korut, meninggal hanya beberapa hari setelah dikembalikan ke keluarganya di AS dalam keadaan koma.
(ian)