Presiden Korsel Sebut Trump Layak Dapat Nobel Perdamaian

Senin, 30 April 2018 - 23:50 WIB
Presiden Korsel Sebut...
Presiden Korsel Sebut Trump Layak Dapat Nobel Perdamaian
A A A
SEOUL - Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in mengatakan, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump layak mendapat Hadiah Nobel Perdamaian atas upayanya untuk mengakhiri kebuntuan dengan Korea Utara (Korut) mengenai program senjata nuklirnya.

Istana kepresidenan Korsel, Blue House menyatakan, pernyataan tersebut disampaikan Jae-in saat melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat senior Korsel.

"Presiden Trump harus memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian. Yang kita butuhkan hanyalah perdamaian," kata Blue House mengutip pernyataan Jae-in, seperti dilansir Reuters pada Senin (30/4).

Blue House menuturkan, pernyataan ini merupakan respon atas pernyataan yang dibuat oleh Lee Hee-ho, yang merupakan istri dari mantan Presiden Korsel, Kim Dae-jung, yang menyebut Jae-in harusnya mendapat hadiah Nobel Perdamaian atas usahanya mendamaikan dua Korea.

"Komentar Hadiah Nobel Perdamaian datang sebagai tanggapan terhadap pesan ucapan selamat dari Lee Hee-ho, janda mendiang Presiden Korsel, Kim Dae-jung, di mana dia mengatakan Jae-in pantas memenangkan hadiah itu. Namun, Jae-in menanggapi dengan mengatakan Trump seharusnya mendapatkannya," ungkapnya.

Sementara itu, sebelumnya melalui akun Twitternya, Trump secara khusus meminta satu lokasi yang mungkin menjadi lokasi pertemuan dengamn Kim Jong-un. Bukan di Singapura, atau Mongolia seperti yang ramai diberitakan, Trump meminta pertemuan itu digelar di "Desa Gencatan Senjata" Panmunjom, di dekat perbatasan Korsel dan Korut.

Trump menyatakan, dia ingin bertemu dengan Jong-un di Rumah Perdamaian di desa tersebut, yang merupakan lokasi tempat digelarnya pertemuan antara Jong-un dan Jae-in pekan lalu.

"Banyak negara sedang dipertimbangkan untuk pertemuan, tetapi akankah Rumah Perdamaian/Perwakilan Kebebasan, di Perbatasan Korea Utara & Selatan, menjadi situs yang lebih mewakili, penting dan abadi daripada negara pihak ketiga? Hanya bertanya!" kicau Trump.
(esn)
Berita Terkait
Bungkam Korea Selatan...
Bungkam Korea Selatan 2-0, Yordania Melenggang ke Final Piala Asia 2023
Nuansa Khas Korea Selatan...
Nuansa Khas Korea Selatan di Pusat Perbelanjaan
Atlet Olimpiade Korea...
Atlet Olimpiade Korea Selatan Ikuti Kamp Militer di Pohang
Menikmati Konser Virtual...
Menikmati Konser Virtual On The K:O dan Fan Signing, Seru!
10 Mahasiswa Indonesia...
10 Mahasiswa Indonesia Lolos Program Magang di Korea Selatan
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Berita Terkini
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
9 menit yang lalu
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
1 jam yang lalu
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
1 jam yang lalu
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
2 jam yang lalu
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
2 jam yang lalu
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
4 jam yang lalu
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved