Saudi Dukung Ide AS Revisi Kesepakatan Nuklir Iran
Senin, 30 April 2018 - 18:26 WIB
Saudi Dukung Ide AS Revisi Kesepakatan Nuklir Iran
A
A
A
RIYADH - Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Jubeir menyatakan, pihaknya mendukung kebijakan yang diambil oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, termasuk di dalamnya revisi terhadap kesepakatan nuklir Iran.
"Kami mendukung kebijakan Presiden AS terhadap Iran dan mendukung upaya yang ditujukan untuk memperbaiki perjanjian nuklir," kata Jubeir saat menggelar konferensi bersama dengan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo di Riyadh, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (30/4).
Jubeir kemudian menggambarkan pembicaraannya dengan Pompeo sebagai pembicaraan yang konstruktif dan berisi, dengan mengatakan isu utama pembicaraan itu adalah mengenai campur tangan Iran dan perkembangan regional.
Dia menyerukan agar menjatuhkan sanksi lebih lanjut terhadap Iran karena melanggar resolusi PBB tentang rudal balistik, mendukung terorisme dan mencampuri urusan negara-negara di kawasan itu.
Arab Saudi menuduh Iran memberikan senjata dan rudal balistik kepada pemberontak Houthi, yang menguasai sebagian besar Yaman pada 2014, termasuk ibukota Sanaa.
Pada 2015, Saudi dan sekutunya di kawasan Timur Tengah, yang menuduh Houthi sebagai wakil Iran di Yaman, meluncurkan kampanye militer besar-besaran yang bertujuan untuk menghancurkan Houthi dan mengembalikan kekuatan pemerintah Yaman.
"Kami mendukung kebijakan Presiden AS terhadap Iran dan mendukung upaya yang ditujukan untuk memperbaiki perjanjian nuklir," kata Jubeir saat menggelar konferensi bersama dengan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo di Riyadh, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (30/4).
Jubeir kemudian menggambarkan pembicaraannya dengan Pompeo sebagai pembicaraan yang konstruktif dan berisi, dengan mengatakan isu utama pembicaraan itu adalah mengenai campur tangan Iran dan perkembangan regional.
Dia menyerukan agar menjatuhkan sanksi lebih lanjut terhadap Iran karena melanggar resolusi PBB tentang rudal balistik, mendukung terorisme dan mencampuri urusan negara-negara di kawasan itu.
Arab Saudi menuduh Iran memberikan senjata dan rudal balistik kepada pemberontak Houthi, yang menguasai sebagian besar Yaman pada 2014, termasuk ibukota Sanaa.
Pada 2015, Saudi dan sekutunya di kawasan Timur Tengah, yang menuduh Houthi sebagai wakil Iran di Yaman, meluncurkan kampanye militer besar-besaran yang bertujuan untuk menghancurkan Houthi dan mengembalikan kekuatan pemerintah Yaman.
(esn)