Menlu AS Yakin Trump-Jong-un Sepakati Perjanjian Nuklir
Senin, 30 April 2018 - 00:32 WIB
Menlu AS Yakin Trump-Jong-un Sepakati Perjanjian Nuklir
A
A
A
WASHINGTON - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, harus setuju untuk menghentikan program senjata nuklirnya dalam kesepakatan dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo.
"Kami menggunakan kata 'tidak bisa diubah' dengan maksud yang kuat," kata Pompeo saat diwawancara ABC News.
"Kami akan membutuhkan langkah-langkah yang menunjukkan bahwa denuklirisasi akan tercapai," imbuhnya seperti disitir dari Reuters, Senin (30/4/2018).
Pernyataan Pompeo adalah yang paling mendalam mengenai pertemuannya dengan Kim Jong-un pada libur Paskah akhir pekan lalu di Pyongyang. Pertemuan itu sebagai persiapan untuk pertemian puncak antara pemimpin Korut itu dengan Trump.
Pompeo, mantan Direktur CIA yang dilantik sebagai diplomat AS pada Kamis, mengatakan pertemuannya dengan Kim adalah yang produktif dan bahwa ia meninggalkan Pyongyang dengan keyakinan bahwa ada "peluang nyata" bagi pemimpin Korut dan Trump membuat kesepakatan.
"Kim menyatakan kesiapannya untuk membahas permintaan Trump dan untuk memetakan peta yang akan membantu kami mencapai tujuan itu," ungkap Pompeo.
Penilaiannya kemungkinan akan menambah harapan untuk sebuah terobosan yang membawa perdamaian ke Semenanjung Korea yang terbagi setelah pertemuan puncak bersejarah pekan lalu antara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in di mana pasangan itu bersumpah melokukan "denuklirisasi menyeluruh."
Sementara Pyongyang mengatakan akan menutup situs uji coba nuklirnya bulan depan, Jong-un dan Jae-in tidak menjelaskan langkah-langkah konkrit yang harus diambil untuk mencapai tujuan denuklirisasi tersebut.
Pompeo menjelaskan bahwa Trump akan meminta komitmen Jong-un untuk langkah-langkah tersebut, dan menambahkan bahwa AS juga akan mengambil tindakan yang sesuai. Namun Pompeo tidak memberikan rincian terkait tindakan yang dimaksud.
Meski begitu Pompeo memperingatkan bahwa masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Ia mencatat bahwa janji-janji Korut sebelumnya terbukti salah atau tidak layak atau mereka tidak mampu mempertahankannya.
"Kedua negara harus melakukan lebih dari kata-kata," kata Pompeo. Dia mengulangi bahwa Trump akan mempertahankan "kampanye tekanan maksimum" dari sanksi keras terhadap Korut yang miskin sampai Kim menutup program senjata nuklirnya.
Pompeo mengungkapkan berdasarkan arahan dari Trump, ia menyinggung tentang pembebasan tiga warga AS yang ditahan Korut dengan Jong-un. Tetapi ia tidak menjelaskan hasil pembicaraan itu.
"Kami menggunakan kata 'tidak bisa diubah' dengan maksud yang kuat," kata Pompeo saat diwawancara ABC News.
"Kami akan membutuhkan langkah-langkah yang menunjukkan bahwa denuklirisasi akan tercapai," imbuhnya seperti disitir dari Reuters, Senin (30/4/2018).
Pernyataan Pompeo adalah yang paling mendalam mengenai pertemuannya dengan Kim Jong-un pada libur Paskah akhir pekan lalu di Pyongyang. Pertemuan itu sebagai persiapan untuk pertemian puncak antara pemimpin Korut itu dengan Trump.
Pompeo, mantan Direktur CIA yang dilantik sebagai diplomat AS pada Kamis, mengatakan pertemuannya dengan Kim adalah yang produktif dan bahwa ia meninggalkan Pyongyang dengan keyakinan bahwa ada "peluang nyata" bagi pemimpin Korut dan Trump membuat kesepakatan.
"Kim menyatakan kesiapannya untuk membahas permintaan Trump dan untuk memetakan peta yang akan membantu kami mencapai tujuan itu," ungkap Pompeo.
Penilaiannya kemungkinan akan menambah harapan untuk sebuah terobosan yang membawa perdamaian ke Semenanjung Korea yang terbagi setelah pertemuan puncak bersejarah pekan lalu antara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in di mana pasangan itu bersumpah melokukan "denuklirisasi menyeluruh."
Sementara Pyongyang mengatakan akan menutup situs uji coba nuklirnya bulan depan, Jong-un dan Jae-in tidak menjelaskan langkah-langkah konkrit yang harus diambil untuk mencapai tujuan denuklirisasi tersebut.
Pompeo menjelaskan bahwa Trump akan meminta komitmen Jong-un untuk langkah-langkah tersebut, dan menambahkan bahwa AS juga akan mengambil tindakan yang sesuai. Namun Pompeo tidak memberikan rincian terkait tindakan yang dimaksud.
Meski begitu Pompeo memperingatkan bahwa masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Ia mencatat bahwa janji-janji Korut sebelumnya terbukti salah atau tidak layak atau mereka tidak mampu mempertahankannya.
"Kedua negara harus melakukan lebih dari kata-kata," kata Pompeo. Dia mengulangi bahwa Trump akan mempertahankan "kampanye tekanan maksimum" dari sanksi keras terhadap Korut yang miskin sampai Kim menutup program senjata nuklirnya.
Pompeo mengungkapkan berdasarkan arahan dari Trump, ia menyinggung tentang pembebasan tiga warga AS yang ditahan Korut dengan Jong-un. Tetapi ia tidak menjelaskan hasil pembicaraan itu.
(ian)