Khamenei Desak Negara-negara Muslim Bersatu Melawan AS

Jum'at, 27 April 2018 - 11:12 WIB
Khamenei Desak Negara-negara...
Khamenei Desak Negara-negara Muslim Bersatu Melawan AS
A A A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mendesak negara-negara Muslim bersatu untuk melawan Amerika Serikat (AS). Sebaliknya, dia mengencam negara-negara Muslim yang berhubungan dan bersahabat dengan Israel.

"Bangsa Iran telah berhasil melawan upaya bullying oleh Amerika dan kekuatan arogan lainnya dan kami akan terus melawan...Semua negara Muslim harus bersatu melawan Amerika dan musuh lainnya," kata Ayatollah Ali Khamenei, pada hari Kamis waktu Teheran.

Dia mengkritik keras Presiden AS Donald Trump yang pada hari Selasa mengatakan bahwa beberapa negara di Timur Tengah tidak akan bertahan dalam waktu seminggu tanpa perlindungan AS.

"Bahwa presiden AS tanpa malu-malu mengatakan, 'tanpa AS, rezim beberapa negara Arab tidak dapat mempertahankan diri mereka bahkan selama seminggu', adalah penghinaan bagi umat Islam," lanjut Khamenei yang komentarnya juga muncul dalam rangkaian tweet-nya.

Dia prihatin dengan negara-negara Muslim yang justru saling berperang satu sama lain. "Sayangnya ada perang di wilayah kita antara negara-negara Muslim. Pemerintahan terbelakang dari beberapa negara Muslim bertempur dengan negara lain," imbuh Khamenei, yang dikutip Reuters, Jumat (27/4/2018).

Tanpa menyebut Arab Saudi dan koalisinya, Khamenei menyindir situasi mengerikan di Yaman. "Lihatlah bencana yang ditimbulkan oleh orang-orang di Yaman! Perayaan pernikahan mereka berubah menjadi upacara berkabung; Orang-orang dibombardir di jalanan, di bazar dan masjid."

Iran dan Arab Saudi telah lama terkunci dalam perang proxy, bersaing untuk menjadi supremasi regional mulai dari Irak ke Suriah dan dari Lebanon ke Yaman.

Khamenei menambahkan, negara-negara Muslim yang mempertahankan hubungan dan bersahabat dengan Israel akan membawa penderitaan bagi umat Islam.

"Persahabatan dengan kafir membawa kesengsaraan bagi umat Islam, seperti persahabatan yang dimiliki beberapa negara Muslim dengan rezim Zionis, bertukar kata-kata baik dan membangun hubungan ekonomi atau politik," tulis Khamenei.
(mas)
Berita Terkait
Trump Prediksi Saudi...
Trump Prediksi Saudi dan Iran Ikuti Langkah UEA Terkait Israel
Jelang Serangan Israel...
Jelang Serangan Israel ke Iran, AS Jual Senjata Baru ke Saudi dan UEA Senilai Rp35 Triliun
Fasilitas Nuklir Iran...
Fasilitas Nuklir Iran Diserang AS, Arab Saudi Pantau Efek Radiasinya
Panglima IRGC: Israel-Arab...
Panglima IRGC: Israel-Arab Saudi Bersekongkol dengan AS dan Barat Melawan Iran
Dilema Arab Saudi, Bela...
Dilema Arab Saudi, Bela Siapa Jika Iran-Israel Perang Habis-habisan?
Pompeo: AS Keras terhadap...
Pompeo: AS Keras terhadap Iran Kunci Normalisasi Arab Saudi-Israel
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
1 jam yang lalu
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
3 jam yang lalu
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
4 jam yang lalu
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
8 jam yang lalu
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
9 jam yang lalu
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
9 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved