Jepang Tak Tutup Kemungkinan Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi dengan Korut

Selasa, 24 April 2018 - 22:34 WIB
Jepang Tak Tutup Kemungkinan...
Jepang Tak Tutup Kemungkinan Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi dengan Korut
A A A
TOKYO - Jepang menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk turut menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Korea Utara (Korut), jika pertemuan antara Korut dan Korea Selatan (Korsel) berjalan dengan lancar.

"Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe mengatakan kepada Presiden Moon Jae-in bahwa Jepang dapat memulai dialog dengan Korut jika pembicaraan Korsel dan Korut, serta Korut dan Amerika Serikat (AS) berhasil," kata administrasi kepresidenan Korsel, seperti dilansir Spuntik pada Selasa (24/4).

Abe berbicara dengan Jae-in melalui sambungan telepon pada Selasa siang. Pembicaraan ini dilakukan beberapa hari jelang pertemuan antara Jaen dan Kim Jong-un di sebuah desa di dekat perbatasan Korut dan Korsel.

Administrasi kepresidenan Korsel menyatakan, dalam pembicaraan itu Abe menuturkan bahwa sama halnya dengan Seoul, Tokyo juga memiliki sejumlah masalah yang harus diselesaiakan dengan Korut. Sebuah dialog terbuka sangat mungkin untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

"Jepang dan Korut memiliki masalah nuklir dan rudal, masalah penculikan (warga Jepang), tetapi jika pertemuan tingkat tinggi AS dan Korut berhasil setelah KTT Utara-Selatan, dialog antara Jepang-Korut mungkin akan terjadi," kata Abe seperti dikutip oleh administrasi kepresidenan Korsel.

Sementara itu, dalam pembicaraan itu Jae-in menyampaikan inisiatifnya untuk mengadopsi deklarasi tentang penghentian permusuhan di Semenanjung Korea.

"Deklarasi tentang penghentian permusuhan adalah masalah yang sedang diselesaikan tidak hanya dalam format Selatan-Utara, keberhasilannya dapat dicapai setidaknya dalam kasus perjanjian trilateral, antara Selatan, Utara dan AS," kata Moon.

Presiden Korsel itu menambahkan bahwa dalam pembicaraan yang akan datang dengan Jong-un, dia juga akan berbicara tentang warga Jepang yang diduga diculik oleh dinas intelijen Korea Utara pada 1970-an dan 1980-an.
(esn)
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
1 jam yang lalu
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
4 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
6 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
6 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
7 jam yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
8 jam yang lalu
Infografis
Sekjen NATO Ketir-ketir,...
Sekjen NATO Ketir-ketir, Rusia Barter Nuklir dengan Tentara Korut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved