Rusia Tuding Inggris Bantu Membuat Serangan Kimia Palsu di Suriah
Sabtu, 14 April 2018 - 04:42 WIB
Rusia Tuding Inggris Bantu Membuat Serangan Kimia Palsu di Suriah
A
A
A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa Inggris terlibat dalam membuat serangan senjata kimia palsu di Douma, Ghouta timur, Suriah.
Inggris dan sekutunya menuduh Damaskus melakukan serangan yang dicurigai sebagai serangan kimia terhadap Douma dan sedang mempertimbangkan tindakan militer terhadap Suriah sebagai tanggapannya. Suriah dan sekutu utamanya, Rusia, pun menyangkal telah terjadi serangan kimia.
Dalam pernyataan di televisi, Kementerian Pertahanan Rusia mengulangi sikap pemerintahnya bahwa serangan itu palsu. Moskow menambahkan memiliki bukti bahwa Inggris berpartisipasi dalam pembuatannya.
"Kami memiliki bukti yang membuktikan Inggris terlibat langsung dalam pengorganisasian provokasi ini," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (14/4/2018).
Konashenkov mengatakan bahwa Rusia tahu "pasti" bahwa antara 3-6 April, kelompok White Helmets - sebuah kelompok yang membantu warga sipil di wilayah yang dikuasai oposisi di Suriah - di bawah tekanan berat dari London untuk memproduksi secepat mungkin aksi provokasi yang direncanakan.
Duta Besar Inggris, Karen Pierce, pun membantah Inggris terlibat dalam hal apapun.
"Ini luar biasa, itu adalah kebohongan yang nyata, itu adalah berita palsu terburuk yang pernah kami lihat dari mesin propaganda Rusia," kata Pierce kepada wartawan.
Inggris dan sekutunya menuduh Damaskus melakukan serangan yang dicurigai sebagai serangan kimia terhadap Douma dan sedang mempertimbangkan tindakan militer terhadap Suriah sebagai tanggapannya. Suriah dan sekutu utamanya, Rusia, pun menyangkal telah terjadi serangan kimia.
Dalam pernyataan di televisi, Kementerian Pertahanan Rusia mengulangi sikap pemerintahnya bahwa serangan itu palsu. Moskow menambahkan memiliki bukti bahwa Inggris berpartisipasi dalam pembuatannya.
"Kami memiliki bukti yang membuktikan Inggris terlibat langsung dalam pengorganisasian provokasi ini," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (14/4/2018).
Konashenkov mengatakan bahwa Rusia tahu "pasti" bahwa antara 3-6 April, kelompok White Helmets - sebuah kelompok yang membantu warga sipil di wilayah yang dikuasai oposisi di Suriah - di bawah tekanan berat dari London untuk memproduksi secepat mungkin aksi provokasi yang direncanakan.
Duta Besar Inggris, Karen Pierce, pun membantah Inggris terlibat dalam hal apapun.
"Ini luar biasa, itu adalah kebohongan yang nyata, itu adalah berita palsu terburuk yang pernah kami lihat dari mesin propaganda Rusia," kata Pierce kepada wartawan.
(ian)