Turki Kecam Serangan Senjata Kimia Terbaru di Suriah
Minggu, 08 April 2018 - 22:55 WIB
Turki Kecam Serangan Senjata Kimia Terbaru di Suriah
A
A
A
ANKARA - Turki menyatakan mengutuk penggunaan senjata kimia di Douma, sebuah kota yang dikuasai pemberontak di Ghouta timur Suriah. 70 orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.
"Kami mengutuk keras serangan itu, yang kemungkinan besar dilakukan oleh rezim Suriah, yang catatan penggunaan senjata kimia diketahui oleh masyarakat internasional," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Minggu (8/4).
Beda dengan Turki, Rusia, melalui Kementerian Luar Negeri mereka justru. mengatakan bahwa laporan tentang serangan senjata kimia di Suriah adalah palsu.
Kemlu Rusia juga menyatakan bahwa setiap tindakan militer yang diambil berdasarkan alasan-alasan yang diciptakan dan dibuat-buat, dalam hal ini menurut Moskow adalah serangan senjata kimia, dapat menyebabkan konsekuensi yang parah.
"Penyebaran cerita gadungan tentang penggunaan klorin dan zat beracun lainnya oleh pasukan pemerintah (Suriah) terus berlanjut. Namun satu lagi potongan informasi palsu tentang dugaan serangan kimia di Douma muncul kemarin," kata kementerian itu.
"Kami telah memperingatkan beberapa kali terhadap provokasi berbahaya seperti itu. Tujuan spekulasi yang menyesatkan, tidak memiliki landasan apa pun, adalah untuk melindungi teroris dan mencoba untuk membenarkan kemungkinan penggunaan kekuatan eksternal," sambungnya.
"Kami mengutuk keras serangan itu, yang kemungkinan besar dilakukan oleh rezim Suriah, yang catatan penggunaan senjata kimia diketahui oleh masyarakat internasional," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Minggu (8/4).
Beda dengan Turki, Rusia, melalui Kementerian Luar Negeri mereka justru. mengatakan bahwa laporan tentang serangan senjata kimia di Suriah adalah palsu.
Kemlu Rusia juga menyatakan bahwa setiap tindakan militer yang diambil berdasarkan alasan-alasan yang diciptakan dan dibuat-buat, dalam hal ini menurut Moskow adalah serangan senjata kimia, dapat menyebabkan konsekuensi yang parah.
"Penyebaran cerita gadungan tentang penggunaan klorin dan zat beracun lainnya oleh pasukan pemerintah (Suriah) terus berlanjut. Namun satu lagi potongan informasi palsu tentang dugaan serangan kimia di Douma muncul kemarin," kata kementerian itu.
"Kami telah memperingatkan beberapa kali terhadap provokasi berbahaya seperti itu. Tujuan spekulasi yang menyesatkan, tidak memiliki landasan apa pun, adalah untuk melindungi teroris dan mencoba untuk membenarkan kemungkinan penggunaan kekuatan eksternal," sambungnya.
(esn)