Eks Bos OPCW: Mustahil Tahu Racun Penyerang Skripal dalam 24 Jam

Minggu, 08 April 2018 - 04:30 WIB
Eks Bos OPCW: Mustahil...
Eks Bos OPCW: Mustahil Tahu Racun Penyerang Skripal dalam 24 Jam
A A A
MOSKOW - Pemimpin pertama Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW), Jose Bustani, mengatakan mustahil untuk mengetahui jenis racun saraf yang digunakan terhadap mantan agen ganda Sergei Skripal dan putrinya dalam waktu singkat.

Namun, Inggris menuduh Rusia sebagai dalang serangan racun saraf Novichok terhadap Skripal dalam waktu kurang dari 24 jam setelah serangan.

"Anda tidak dapat memutuskan dalam 24 jam apa jenis racun yang digunakan dan dari mana asalnya," kata Bustani, yang juga seorang diplomat Brasil, dalam sebuah wawancara dengan Russia Today.

Mantan bos OPCW itu merasa heran dengan pemerintah Inggris yang tidak segera memanggil OPCW ketika menduga Skripal diserang racun saraf ganas.

"Mengapa mereka tidak segera memanggil OPCW?," tanya Bustani. "Dan mengapa OPCW tidak secara sukarela mengambil tindakan? Karena itu adalah peran organisasi untuk segera pergi dan menganalisis para korban."

"Pengawas senjata kimia, menjadi organisasi internasional untuk melakukan jenis pekerjaan ini," papar Bustani, yang dilansir Minggu (8/4/2018). Menurutnyam, OPCW memiliki semua kemampuan yang diperlukan untuk menyelidiki setiap contoh penggunaan agen atau racun saraf.

"Mereka bisa melakukannya sebelumnya, sebelum menuduh Rusia secara langsung," ujarnya."Tuhan tahu apa yang akan terjadi," imbuh dia yang menyerukan semua pihak sabar sampai penyelidikan organisasi di bawah PBB itu selesai.

Di tengah penyelidikan, Inggris meminta bantuan OPCW dan melibatkan Prancis. Namun, London menolak tawaran kerja sama Moskow dan tuntutan untuk menyodorkan bukti atas tuduhannya.

Sebelumnya, misi tetap Rusia di OPCW mengirim surat ke sekretariat teknis pengawas senjata kimia tersebut. Surat itu berisi 13 pertanyaan tentang transaksi Inggris dengan OPCW, prosedur OPCW, dan keterlibatan Prancis dalam penyelidikan.

“Dan kemudian, sekali lagi, ada banyak pertanyaan yang berkaitan dengan racun ini. Misalnya, bagaimana Anda mengontrol dan membatasi penggunaan racun ini hanya untuk dua orang?," ujar Bustani yang merasa kasus Skripal janggal.

"Jika itu adalah Novichok, seperti yang mereka umumkan, itu bukan sesuatu yang tidak akan memengaruhi lebih banyak orang di sekitar Anda. Ada begitu banyak pertanyaan yang belum terjawab," imbuh dia.

Namun, Bustani percaya Rusia akan mempercayai penyelidikan OPCW jika itu dilakukan secara profesional. "Kami bisa mengandalkan hasil pemeriksaan, saya lebih suka berpikir seperti ini," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Penyelidikan Inggris:...
Penyelidikan Inggris: Putin Dalang Serangan Racun Ganas Novichok terhadap Eks Mata-mata Rusia!
Bos mata-mata Inggris:...
Bos mata-mata Inggris: Tentara Rusia menolak melaksanakan perintah di Ukraina
3 Mata-mata Rusia Ditangkap...
3 Mata-mata Rusia Ditangkap di Inggris
Rusia Usir Diplomat...
Rusia Usir Diplomat Inggris karena Jadi Mata-mata
Intervensi Rusia di...
Intervensi Rusia di Inggris: Mata-mata, Hack Pemilu hingga Pembunuhan
Jadi Mata-mata Rusia,...
Jadi Mata-mata Rusia, Eks Satpam Kedubes Inggris Dibui 13 Tahun
Berita Terkini
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
1 jam yang lalu
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
2 jam yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
3 jam yang lalu
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
4 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
8 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
9 jam yang lalu
Infografis
6 Taman di Jakarta Buka...
6 Taman di Jakarta Buka 24 Jam, Dapat Ciptakan Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved