Pentagon: Uji Rudal Jelajah Bertenaga Nuklir Rusia Gagal

Kamis, 05 April 2018 - 06:56 WIB
Pentagon: Uji Rudal...
Pentagon: Uji Rudal Jelajah Bertenaga Nuklir Rusia Gagal
A A A
WASHINGTON - Dua tes rudal jelajah bertenaga nuklir Rusia mengalami kegagalan. Demikian klaim Pentagon yang disampaikan pejabatnya pada hari Rabu.

Pejabat Pentagon yang berbicara dengan kondisi anonim tersebut mengungkapkan kegagalan tes senjata Moskow kepada The Washington Free Beacon, yang dilansir Kamis (5/4/2018).

Dua tes tembak rudal dilakukan di Arktik, Rusia, dan dipantau oleh badan-badan intelijen Amerika.

Rudal-rudal yang diuji tembak itu itu termasuk senjata strategis baru yang diumumkan untuk pertama kalinya pada 1 Maret 2018 dalam pidato kenegaraan Presiden Vladimir Putin.

Dalam pidato kenegaraan tahunannya, Putin menggunakan presentasi video untuk memamerkan perkembangan dua sistem senjata pengiriman nuklir baru yang diklaim dapat menghindari deteksi radar.

Menurut Putin, rudal jelajah seperti itu berhasil diuji coba pada akhir 2017 lalu.

"Selama penerbangan, pembangkit listrik mencapai output yang ditentukan dan memberikan dorongan yang diperlukan," kata Putin. "Peluncuran rudal dan tes di lapangan memungkinkan untuk pindah ke penciptaan jenis senjata yang benar-benar baru, sistem senjata nuklir strategis dengan rudal bertenaga nuklir."

Pejabat pertahanan Amerika, bagaimanapun, mengatakan klaim Putin adalah salah, karena selama kedua uji coba, pembangkit listrik rudal itu gagal menyala.

Pejabat Pentagon tersebut menambahkan bahwa tes-tes itu menimbulkan kekhawatiran bahwa Moskow menimbulkan dampak dari senjata bertenaga nuklir tersebut.

Beberapa rincian tersedia terkait informasi kegagalan tes rudal jelajah Rusia itu telah diketahui oleh kedua badan intelijen Amerika selama setidaknya satu tahun dan telah disampaikan kepada militer Washington.

Informasi itulah yang dijadukan acuan dalam dokumen Nuclear Posture Review (NPR) pemerintah Presiden Trump beberapa waktu lalu. Dokumen itu mengungkap senjata strategis baru yang sedang dikembangkan Moskow.
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
4 menit yang lalu
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
1 jam yang lalu
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
2 jam yang lalu
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
2 jam yang lalu
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
4 jam yang lalu
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
4 jam yang lalu
Infografis
9 Rudal Nuklir Pakistan...
9 Rudal Nuklir Pakistan yang Dapat Lenyapkan India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved