Kekerasan di Gaza, Paus: Yang Tidak Berdaya Dibunuh di Tanah Suci

Minggu, 01 April 2018 - 23:40 WIB
Kekerasan di Gaza, Paus:...
Kekerasan di Gaza, Paus: Yang Tidak Berdaya Dibunuh di Tanah Suci
A A A
VATICAN CITY - Paus Francis, dalam pesan Paskahnya pada Minggu (1/4/2018), menyerukan perdamaian di Tanah Suci dua hari setelah 15 warga Palestina tewas di perbatasan Israel-Gaza. Paus mengatakan konflik di Palestina tidak memberikan keselamatan bagi mereka yang tidak berdaya.

Paus membuat seruannya dalam pesan "Urbi et Orbi" (ke kota dan dunia) dari balkon tengah Basilika Santo Petrus kepada puluhan ribu orang di alun-alun yang dihiasi bunga tepat di bawah dia sebelumnya merayakan Misa.

Dia juga menyerukan untuk mengakhiri "pembantaian" di Suriah, menyerukan bantuan kemanusiaan untuk diizinkan masuk, dan perdamaian di Sudan Selatan dan Republik Demokratik Kongo.

"Rekonsiliasi untuk Tanah Suci, yang di hari-hari juga mengalami luka konflik yang sedang berlangsung yang tidak memberikan keselamatan bagi mereka yang tidak berdaya," pesan Paus Francis yang tampaknya merujuk langsung ke kekerasan di Gaza pada Jumat lalu seperti disitir dari Reuters, Miggu (1/4/2018).

Paus juga memohon perdamaian untuk seluruh dunia. Dimulai dari tanah Suriah yang telah lama menderita, di mana warganya telah telah dengan perang yang tampak tidak ada habisnya.

"Paskah ini, semoga terang Kristus yang telah bangkit menerangi hati nurani semua pemimpin politik dan militer, sehingga aksi pembantaian dapat berakhir dengan cepat," katanya.

Ia berbicara sehari setelah komando tentara Suriah mengatakan telah merebut kembali sebagian besar kota dan desa di Ghouta timur. Puluhan ribu orang kini telah dievakuasi dari kota-kota yang sebelumnya ramai di pinggiran timur Ibu kota, yang memiliki hampir 2 juta orang sebelum dimulainya konflik dan merupakan pusat komersial dan industri utama.

Paus Francis juga menyerukan bantuan internasional untuk Venezuela, sehingga lebih banyak orang yang tidak harus meninggalkan tanah air mereka karena krisis ekonomi dan politik.

Dia berharap "buah dialog" akan memajukan perdamaian dan keharmonisan di semenanjung Korea, di mana kedua pihak akan mengadakan KTT pertama mereka dalam lebih dari satu dekade pada tanggal 27 April mendatang, setelah pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un berjanji dengan komitmennya untuk denuklirisasi.

Paus Francis, merayakan Paskah keenamnya sebagai pemimpin Katolik Roma sejak pemilihannya pada tahun 2013, mendesak umatnya untuk bekerja guna mengakhiri begitu banyak tindakan ketidakadilan di dunia.

Dia berdoa agar kekuatan pesan Yesus menghasilkan buah dari harapan dan martabat di mana ada kekurangan dan pengucilan, kelaparan dan pengangguran, di mana ada migran dan pengungsi - begitu sering ditolak oleh budaya sampah saat ini - dan korban perdagangan narkoba, manusia perdagangan dan bentuk-bentuk perbudakan kontemporer.
(ian)
Berita Terkait
Israel Bakal Caplok...
Israel Bakal Caplok Wilayah Palestina, Vatikan Tegas Menolak
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Vatikan Tegaskan Tolak...
Vatikan Tegaskan Tolak Rencana Israel Caplok Wilayah Palestina
Vatikan Tolak Rencana...
Vatikan Tolak Rencana Israel Caplok Wilayah Palestina
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
Berita Terkini
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
17 menit yang lalu
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
35 menit yang lalu
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
1 jam yang lalu
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
3 jam yang lalu
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
4 jam yang lalu
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
4 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved