Sebut Perang dengan Iran 10 Tahun Lagi, Putra Mahkota Saudi Dicap Delusi

Minggu, 01 April 2018 - 07:31 WIB
Sebut Perang dengan...
Sebut Perang dengan Iran 10 Tahun Lagi, Putra Mahkota Saudi Dicap Delusi
A A A
TEHERAN - Pemerintah Iran meledek Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman yang menyebut perang antara Riyadh dan Teheran akan terjadi 10 sampai 15 tahun lagi. Putra Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud itu dianggap sedang delusi.

Ledekan Teheran disampaikan juru bicara Departemen Luar Negeri Iran Bahram Qassemi. Diplomat Teheran itu memperingatkan Mohammed bin Salman (MbS) untuk "tidak berdebat dengan kematian".

Qassemi juga meminta para pejabat sepuh Saudi untuk mengajarkan calon raja itu belajar dari mantan pemimpin Irak Saddam Hussein setelah dia menantang Iran. Qassemi bahkan menganggap MbS sebagai "calon pengkhianat".

"Ini pemula delusional, yang masih terlalu besar untuk sepatu botnya, entah tidak tahu perang apa, atau belum mempelajari sejarah, atau sayangnya belum berbicara dengan orang yang terhormat," ujar Qassemi.

Pejabat Teheran itu lantas menguti penggalan puisi abad 13 untuk menambah olok-olokan terhadap MbS."Semut yang berusaha bergulat dengan seekor elang buru-buru mati," bunyi penggalan puisi yang dikutip Qassemi, seperti dilansir Al Jazeera, Minggu (1/4/2018).

Dia meminta ahli bahasa Persia di keluarga Kerajaan Saudi untuk menerjemahkan ayat yang sesuai untuk Putra Mahkota.

Baca: Putra Mahkota Saudi Sebut Perang dengan Iran di Depan Mata

Komentar Qassemi muncul setelah bin Salman mengatakan bahwa Arab Saudi dapat terlibat dalam konfrontasi militer terhadap Iran jika sanksi internasional yang lebih keras tidak dikenakan terhadap Republik Islam Iran.

"Kita harus mencapai ini untuk menghindari konflik militer, jika kita gagal melakukan ini, kita mungkin akan berperang dengan Iran dalam waktu 10-15 tahun," kata Mohammed bin Salman kepada The Wall Street Journal.

Riyadh telah menyatakan alarm pada apa yang dilihatnya sebagai pengaruh Teheran yang merayap di wilayah Timur Tengah dan telah meningkatkan upayanya untuk menahan apa yang dianggapnya sebagai ekspansi Iran melalui konflik proxy dan keterlibatan militer langsung di Yaman.

Riyadh selama ini menjadi kritikus kuat atas kesepakatan nuklir 2015 yang disebut akan meringankan kesengsaraan ekonomi Iran dan memungkinkan Teheran untuk menopang afiliasinya seperti Hizbullah Lebanon.

Otoritas Saudi telah berulang kali memuji sikap keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas kesepakatan nuklir Iran 2015, namun Washington hingga kini masih bertahan dengan kesepakatan itu.
(mas)
Berita Terkait
Iran dan Arab Saudi...
Iran dan Arab Saudi Akan Bangun Kembali Hubungan Diplomatik
Arab Saudi-Iran Setuju...
Arab Saudi-Iran Setuju Lanjutkan Pembicaraan Normalisasi
Delegasi Iran Tiba di...
Delegasi Iran Tiba di Riyadh untuk Persiapkan Pembukaan Kembali Kedutaan
Pembicaraan Rekonsiliasi...
Pembicaraan Rekonsiliasi Iran-Saudi Siap ke Tingkat Lebih Tinggi
Panglima Militer Arab...
Panglima Militer Arab Saudi Berkunjung ke Iran, Ada Apa Gerangan?
Arab Saudi Resmi Akui...
Arab Saudi Resmi Akui Berunding dengan Iran, Hasil Masih Terlalu Dini
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
26 menit yang lalu
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
47 menit yang lalu
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
1 jam yang lalu
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
1 jam yang lalu
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
2 jam yang lalu
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved