DPR RI: Israel Lampaui Batas Hadapi Demonstrasi di Gaza

Sabtu, 31 Maret 2018 - 22:48 WIB
DPR RI: Israel Lampaui...
DPR RI: Israel Lampaui Batas Hadapi Demonstrasi di Gaza
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Rofi' Munawar mengecam tindakan Israel yang telah menembaki warga Palestina yang hendak melakukan peringatan Hari Tanah Palestina. Hari Tanah adalah hari di mana Israel melakukan penyitaan tanah milik warga Palestina pada 1976.

"Kami mengecam tindakan Israel yang telah melakukan kekerasan terhadap ribuan warga Palestina yang hendak melakukan demonstrasi di tepi Gaza. Apa yang dilakukan Israel telah melampaui batas dan tidak berperikemanusiaan," ucap Rofi Munawar dalam rilis pers yang diterima Sindonews, Jakarta (31/3/2018).

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan setidaknya delapan warganya tewas dan lebih dari 1.000 orang terluka dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Israel di perbatasan Gaza, Jumat (30/1/2018). Aksi kekerasan ini dipastikan akan memicu gelombang protes yang lebih besar dan massif.

"Kekerasan selalu menghiasi tanah Palestina sejak 1948 dan terus terjadi setiap tahun hingga saat ini. Warga Palestina yang menuntut hak atas tanah mereka, selalu dihadapi dengan tindakan represif tentara Israel," ujar Rofi.

Legislator asal Jawa Timur ini menjelaskan, jumlah korban tewas dari rangkaian demonstrasi dari Jumat adalah yang terbesar sejak perang Israel terakhir di Gaza pada musim panas 2014. Sejak itu warga Gaza menjalani periode panjang dengan kondisi ekonomi yang sulit, sementara pada saat yang bersamaan blokade Israel mungkin menjadi yang terbesar dalam empat tahun gencatan senjata antara Hamas dan Israel.

"Dalam aksinya warga Gaza melakukan demonstrasi dengan damai, meski terjadi konfrontasi yang melibatkan pemuda Palestina di dekat perbatasan dengan Israel beberapa kali, tetapi untuk kesekian kalinya tanggapan Israel selalu dengan penembakan dan pembunuhan," geram Rofi.

Sebagai informasi, aksi protes ini dijadwalkan enam pekan dan akan berakhir pada 15 Mei di hari Nakbah (bencana). Hari yang menandai perpindahan ratusan ribu orang Palestina karena pencaplokan tanah mereka oleh Israel pada tahun 1948. Warga Palestina telah lama menuntut hak atas tanah mereka untuk kembali, tetapi Israel berulangkali mengingkari hal itu.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
7 menit yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
36 menit yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
59 menit yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
1 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
2 jam yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved