AS Hanya Akan Bayar 25 Persen Biaya Operasi Perdamaian PBB

Kamis, 29 Maret 2018 - 23:18 WIB
AS Hanya Akan Bayar...
AS Hanya Akan Bayar 25 Persen Biaya Operasi Perdamaian PBB
A A A
NEW YORK - Amerika Serikat (AS) tidak akan lahi menanggung lebih dari seperempat biaya miliaran dolar operasi pemeliharaan perdamaian PBB. Hal itu ditegaskan utusan Washington untuk organisasi negara-negara dunia itu.

"Penjagaan perdamaian adalah tanggung jawab bersama," kata Duta Besar AS Nikki Haley pada debat Dewan Keamanan tentang reformasi perdamaian.

"Kita semua memiliki peran untuk dimainkan, dan kita semua harus maju," imbuhnya seperti dikutip dari AP, Kamis (29/3/2018).

AS selama ini adalah penyumbang terbesar untuk 15 misi pemeliharaan perdamaian di dunia. Washington membayar sekitar 28,5 persen dari anggaran pemeliharaan perdamaian USD7,3 miliar tahun ini, meskipun Haley mengatakan undang-undang AS seharusnya membatasi kontribusi sebesar 25 persen.

Kontributor terbesar kedua, China, membayar lebih dari 10 persen.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah mengeluh sebelumnya bahwa anggaran dan saham Washington terlalu tinggi dan ditekan untuk memotong anggaran tahun ini. Anggaran tahun ini yang mencapai USD570 juta di bawah tahun lalu, penurunan yang lebih kecil dari yang diinginkan AS.

"Kami baru saja mulai," kata Haley ketika pemotongan disetujui pada bulan Juni. Pemotongan ini mengikuti pemotongan USD400 miliar tahun sebelumnya, sebelum pemeritahan Trump.

Haley mengatakan bahwa AS akan bekerja untuk memastikan pemotongan bagiannya dilakukan dengan cara adil dan masuk akal yang melindungi penjaga perdamaian PBB.

Majelis Umum menetapkan anggaran dan sumbangan masing-masing negara dengan voting. Juru bicara untuk Presiden Majelis Miroslav Lajcak dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menolak berkomentar mengenai pernyataan Haley, mencatat bahwa 193 negara anggota PBB akan memutuskan anggaran.
(ian)
Berita Terkait
Rusia ingin PBB Menekan...
Rusia ingin PBB Menekan Amerika Serikat dalam Masalah Ini
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Terbang ke New York, Dilepas Barisan Militer
AS Blokir Voting DK...
AS Blokir Voting DK PBB Soal Gencatan Senjata Selama Pandemi
AS Akui Bergulat Dalam...
AS Akui Bergulat Dalam Masalah Rasisme, Desak Negara Lain untuk Terbuka
Dewan HAM Gelar Debat...
Dewan HAM Gelar Debat Soal Rasisme dan Kebrutalan Polisi, AS Kesal
Pompeo Sebut Dewan HAM...
Pompeo Sebut Dewan HAM PBB sebagai 'Surga' bagi Diktaktor
Berita Terkini
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
53 menit yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
1 jam yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
1 jam yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
2 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
2 jam yang lalu
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
3 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Menolak Bayar...
Ukraina Menolak Bayar Utang Rp5.705 Triliun kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved