Bangladesh Tak Berharap Donor Asing untuk Relokasi

Rabu, 28 Maret 2018 - 11:38 WIB
Bangladesh Tak Berharap...
Bangladesh Tak Berharap Donor Asing untuk Relokasi
A A A
NEW YORK - Bangladesh tidak mengharapkan banyak bantuan dari donor asing saat hendak melanjutkan rencananya merelokasi 100.000 pengungsi Rohingya ke pulau tak berpenghuni.

Bangladesh juga tidak menetapkan batas waktu pelaksanaan relokasi tersebut. Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahriar Alam menjelaskan, pemerintah akan mengucurkan sekitar USD280 juta untuk membangun rumah dan tanggul di pulau berlumpur di Teluk Bengal untuk mengatasi badai. Bangladesh masih mempertimbangkan permintaan resmi untuk dana internasional.

Shahriar menegaskan tidak akan ada pengungsi Rohingya yang dipaksa pindah ke pulau tersebut, kecuali dengan sukarela. Sekitar 700.000 Rohingya mengungsi dari Myanmar ke Bangladesh akibat operasi militer yang menewaskan ribuan orang menurut data lembaga bantuan internasional. Gelombang terbaru pengungsi itu bergabung dengan 300.000 Rohingya yang telah berada di Bangladesh akibat kekerasan sebelumnya.

Saat ini para pengungsi tinggal di kamp-kamp di Cox's Bazar, Bangladesh. Karena kesepakatan repatriasi dengan Myanmar tertunda, Bangladesh ingin menyiapkan rumah baru di pulau terdekat yang disebut Bhasan Char, sebelum musim hujan pada April mendatang.

“Kami tidak memiliki batas waktu karena ini uang banyak. Kami sejauh ini membangun dengan dana kami sendiri. Saya tidak sangat berharap tentang berapa banyak dana dari komunitas internasional yang akan terkumpul,” papar Shahriar saat berada di kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Lembaga PBB saat ini telah meminta dana bantuan USD951 juta untuk Rohingya. Dia menunjukkan rencana konstruksi di pulau yang berjarak 35 km dari daratan utama tersebut.

Dia juga menepis kekhawatiran dari kelompok kemanusiaan seperti Amnesty International yang menyebut pulau itu rawan banjir. “Beberapa orang menyatakan kekhawatiran tentang Bhasan Char tapi tidak ada alasan khawatir karena kami membangun tanggul,” kata dia.

Bangladesh menganggap pulau itu sebagai lokasi sementara untuk para pengungsi. Dia telah menunjukkan desain bangunan di pulau itu pada Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang menyarankan agar orang, negara dan organisasi datang membantu dan berkontribusi untuk biayanya. “Kami belum melakukannya. Kami belum memutuskan untuk itu,” ujar Shahriar. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Mirip di Indonesia,...
Mirip di Indonesia, Begini Suasana Mudik di Bangladesh
Bangladesh Diharapkan...
Bangladesh Diharapkan Menjalani Transisi ke Pemerintahan Baru dengan Damai
Depot Kontainer Meledak,...
Depot Kontainer Meledak, Lima Tewas dan Ratusan Terluka
Jenderal Waker-Uz-Zaman,...
Jenderal Waker-Uz-Zaman, Panglima Militer yang Enggan Berkuasa
Timnas Indonesia Ditahan...
Timnas Indonesia Ditahan Imbang Bangladesh
Demam Berdarah Telan...
Demam Berdarah Telan Ratusan Jiwa di Bangladesh, Rumah Sakit Kehabisan Tempat
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
2 jam yang lalu
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
3 jam yang lalu
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
3 jam yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
4 jam yang lalu
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
4 jam yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved