Kisah Puing Rudal Maut Houthi Yaman Jebol Rumah di Saudi

Selasa, 27 Maret 2018 - 08:59 WIB
Kisah Puing Rudal Maut...
Kisah Puing Rudal Maut Houthi Yaman Jebol Rumah di Saudi
A A A
RIYADH - Khattab Jalal, 27, sedang tidur pada Minggu malam di sebuah rumah di Riyadh timur, Arab Saudi. Dia berbagi tempat dengan 15 pekerja konstruksi asal Mesir lainnya ketika suara ledakan mengejutkannya.

Sebuah lubang besar menganga di langit-langit rumah warna hijau yang dia huni. Lubang itu penuh asap dan puing-puing peluru kendali (rudal). Rudal itu ditembakkan kelompok Houthi Yaman ke wilayah Riyadh dan ditembak jatuh oleh sistem rudal pertahanan Patriot buatan Amerika Serikat (AS) yang dioperasikan pasukan Saudi.

Jalal dan yang lainnya berlari keluar, tetapi akhirnya menyadari bahwa salah satu teman serumah tidak bersama mereka.

Abdul Muntaleb Ali, 38, tidur di atas kasur biru tipis di lantai di samping tiga orang lainnya, tewas ketika serpihan dari rudal balistik itu menimpanya.

Baca: Houthi Yaman Hujani Saudi dengan 7 Rudal, 1 Orang Tewas

Ali menjadi orang pertama yang tewas di Ibu Kota Arab Saudi sebagai hasil dari agresi militer Koalisi Arab yang dipimpin Saudi melawan Houthi Yaman yang sudah berlangsung tiga tahun. Perang di Yaman tersebut telah merenggut sedikitnya 10.000 jiwa dan menyebabkan sekitar 22 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Jalal mengatakan kepada Reuters pada keesokan harinya bahwa tiga teman sekamar Ali, salah satunya adalah saudaranya, terluka dalam serangan rudal itu.

"Selama tiga tahun dia tidak pergi (Arab Saudi). Dia belum melihat anak-anaknya," kata Jalal. "Anda bersama teman Anda dan Anda makan malam bersama, dan beberapa jam kemudian, Anda bangun dan menemukan dia tewas."

Pasukan Saudi menembak jauh tiga rudal di timur laut Riyadh pada Minggu malam, serta empat lainnya secara bersamaan di kota-kota selatan Najran, Jizan dan Khamis Mushait. Jumlah senjata yang ditembakkan Houthi Yaman itu telah dikonfirmasi Koalisi Arab dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Video Dramatis Saudi Tembak Jatuh 7 Rudal Houthi Yaman

Serangan tujuh rudal tersebut bertepatan dengan peringatan tahun ketiga intervensi militer Koalisi Arab dalam konflik di Yaman. Hingga saat ini, operasi militer Saudi dan sekutunya di Yaman atas permintaan Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi masih berlangsung dan tak tahu kapan akan berakhir.

Haila Zayed, 27, seorang warga Saudi, mencengkeram bayi laki-lakinya dengan panik ketika mendengar ledakan di udara. Dia bisa merasakan mobilnya bergetar ketika suaminya mengemudi.

“Saya selalu menikmatikeselamatan dan keamanan di negara saya. Untuk pertama kalinya saya merasakan ketakutan yang orang-orang miliki saat berperang," katanya, yang dilansir Selasa (27/3/2018). "Semoga Tuhan melindungi negara kita dan tetap aman."

Diskusi tentang serangan rudal pada hari Minggu malam telah membanjiri Twitter pada hari Senin. Publik Saudi berharap negara itu tetap aman dan mereka belasungkawa atas kematian Ali.

Banyak orang Saudi terkemuka, termasuk kolumnis surat kabar, ulama dan anggota Dewan Shura, mendesak orang-orang untuk tidak berbagi video dan foto-foto serangan. Alasannya, itu akan memberi makan untuk propaganda Houthi.

Di mal, kafe, dan supermarket di sekitar Riyadh, orang-orang Saudi mencerna eskalasi tersebut dengan cara mereka sendiri.

Bagi Abdulrahman al-Sari, yang tinggal di Riyadh tetapi berasal dari provinsi Najran selatan yang sering menjadi sasaran, situasinya terlalu akrab untuk membuatnya takut. "Bagi saya itu normal," katanya sambil mengangkat bahu. "Kami sudah terbiasa."

Yang lain muncul dengan pengalaman yang membuatnya tertantang.

"Saya ingin mengambil senjata, mengenakan seragam dan pergi bergabung dengan tentara Saudi yang berani yang ditempatkan di perbatasan," kata Fahad Matar al-Shelahy, seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi teknik di Riyadh.

“Jika mereka memberi perintah kepada orang-orang untuk bergabung dengan tentara, saya akan menjadi yang pertama. Kita semua ingin menjadi martir yang membela negara kita.”
(mas)
Berita Terkait
Yaman Umumkan Pembentukan...
Yaman Umumkan Pembentukan Pemerintahan Baru
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Balas Dendam, Arab Saudi...
Balas Dendam, Arab Saudi Mengamuk di Yaman
Saudi Berhasil Bersihkan...
Saudi Berhasil Bersihkan 400.000 Ranjau Darat di Yaman
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Benarkah Arab Saudi...
Benarkah Arab Saudi dan Yaman Berperang? Simak Penjelasannya
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
38 menit yang lalu
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
1 jam yang lalu
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
1 jam yang lalu
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
2 jam yang lalu
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
2 jam yang lalu
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
3 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved