Media China: Beijing Harus Siapkan Aksi Militer untuk Taiwan

Jum'at, 23 Maret 2018 - 14:46 WIB
Media China: Beijing...
Media China: Beijing Harus Siapkan Aksi Militer untuk Taiwan
A A A
BEIJING - Sebuah surat kabar yang dikelola pemerintah China mengatakan bahwa Beijing harus mempersiapkan aksi militer atas Taiwan. Beijing juga harus menekan Washington terkait kerja sama dengan Korea Utara (Korut).

Amerika Serikat (AS) telah mengesahkan undang-undang untuk meningkatkan hubungan dengan Taiwan. Hal ini memancing kemarahan dari Beijing. Undang-undang tersebut memungkinkan AS untuk mengirim pejabat senior ke Taiwan dan sebaliknya.

Global Times mengatakan dalam editorialnya China harus "membalas" pemberlakukan undang-undang tersebut.

"China dapat menekan AS di bidang-bidang kerja sama bilateral lainnya: misalnya, masalah Semenanjung Korea dan masalah nuklir Iran. China juga dapat menempatkan diri melawan AS di organisasi internasional seperti PBB," kata Global seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (23/3/2018).

"China juga harus mempersiapkan diri untuk bentrokan militer langsung di Selat Taiwan. Perlu diperjelas bahwa eskalasi pertukaran pejabat AS-Taiwan akan membawa konsekuensi serius bagi Taiwan," imbuh surat kabar yang diterbitkan oleh Partai Komunis yang berkuasa.

"Surat kabar ini telah menyarankan bahwa China dapat mengirim pesawat militer dan kapal perang melintasi garis tengah Selat Taiwan. Ini dapat dilaksanakan secara bertahap tergantung pada situasi lintas-Selat," demikian tulis Global.

Taiwan adalah salah satu isu paling sensitif di China dan potensi titik konflik militer. Menggarisbawahi ancaman itu, sebelumnya Taiwan mengirim kapal dan pesawat terbang pada Rabu untuk membayangi kelompok kapal induk China yang melalui Selat Taiwan yang sempit, kata kementerian pertahanannya.

Baca juga:
China Kirim Kapal Induk Liaoning ke Selat Taiwan

China Kirim Kapal Induk, Taiwan Siaga

Global Times mengatakan adalah kesalahpahaman untuk berpikir bahwa unifikasi damai akan menjadi proses yang harmonis dan bahagia.

"Tongkat lebih penting daripada bunga di jalan menuju reunifikasi damai," cetus Global Times merujuk kepada aksi militer.

Permusuhan China terhadap Taiwan telah meningkat sejak terpilihnya Presiden Tsai Ing-wen pada tahun 2016. Ing-wen adalah anggota Partai Progresif Demokrat yang pro-kemerdekaan.

Cina mencurigai Tsai ingin mendorong kemerdekaan resmi, yang akan melanggar "batas merah" bagi para pemimpin Partai Komunis di Beijing. Padahal Tsai telah mengatakan ia ingin mempertahankan status quo dan berkomitmen untuk memastikan perdamaian.
(ian)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Hadapi Militer China,...
Hadapi Militer China, Taiwan Mulai Pembangunan Kapal Selam Baru
Rudal DF-26D Pembunuh...
Rudal DF-26D Pembunuh Kapal Induk dari China Bikin Amerika Cemas
China Gelar Patroli...
China Gelar Patroli Tempur Dekat Wilayah Taiwan
Beredar Video Tank dan...
Beredar Video Tank dan Rudal China Dikerahkan ke Dekat Taiwan
Berita Terkini
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
50 menit yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
1 jam yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
2 jam yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
2 jam yang lalu
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
4 jam yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
5 jam yang lalu
Infografis
Pakistan Perintahkan...
Pakistan Perintahkan Militer untuk Membalas Serangan India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved