Sindhutai Sapkal, Pengemis India yang Rawat 1.400 Anak Telantar

Selasa, 20 Maret 2018 - 23:16 WIB
Sindhutai Sapkal, Pengemis...
Sindhutai Sapkal, Pengemis India yang Rawat 1.400 Anak Telantar
A A A
NEW DELHI - Sindhutai Sapkal, 69, nama perempuan welas asih asal India ini. Dia dikenal sebagai pengemis yang merawat lebih dari 1.400 anak telantar.

Di negaranya, Sapkal dijuluki “Ibu dari Anak Yatim”. Julukan itu dia sandang sejak dia mengemis di stasiun kereta api di negara bagian Maharashtra, India.

Sapkal juga dikenal sebagai pekerja sosial dengan sekitar 750 penghargaan. Menurut laporan Mumbai Mirror, prestasi terbaru dia terima pada Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2018 lalu, di mana dia meraih penghargaan Naari Shakti 2017.

Sapkal mengelola empat panti asuhan untuk anak yatim dan telantar. Sikap welas asihnya tak lepas dari kisah pahit yang dia alami di masa lalu.

”Saya telah mengalami bagaimana rasanya tidak memiliki seorang pun dan tidak ada tempat untuk pergi. (Pekerjaan) ini membuat saya merasa seperti seseorang sedang membalut luka saya,” kata Sapkal.

Empat dekade yang lalu, ketika dia akan mengamen di stasiun kereta api dan mengemis untuk mencari nafkah, dia melihat sejumlah besar anak telantar yang mencari tinggal tinggal di stasiun.

Kondisi hidup susah pernah membuatnya berpikir untuk bunuh diri. Tapi, dengan melihat anak-anak telantar itu, hatinya tergerak untuk merawat mereka.

Semakin hari semakin banyak anak telantar yang dia rawat. Kondisi itu justru membuat semakin bersemangat untuk hidup meski terpaksa mengemis.”Tidak pernah terpikir oleh saya untuk tidak melakukan ini,” kata Sapkal.

Setelah beberapa tahun, dengan bantuan para pendukung, Sapkal mendirikan panti asuhan pertamanya di Chikhaldara, sebuah kota di Maharashtra. Ketika berita tentang pekerjaannya menyebar, orang-orang dari desa lain mulai mendekatinya dengan membawa anak-anak yatim. Dia akhirnya mendirikan panti lagi di Kota Manjiri, Saswad, dan Wardha.

Dia mengelola panti asuhan dengan bantuan putri kandungnya yang hanya diidentifikasi dengan nama pendek Mamta, dan anak-anak angkatnya yang tertua. Beberapa dari anak telantar yang dirawat Sapkal telah sukses menjadi dokter, pengacara, dan profesor.

Sapkal “mengambil” anak-anak telantar itu dari tempat sampah, stasiun kereta api, dan dari jalanan. Dia tidak pernah menolak ketika ada orang membawa anak telantar maupun anak yatim diserahkan kepadanya.

Hebatnya, tidak seperti kebanyakan panti asuhan, Sapkal tidak melepaskan anak-anaknya asuhnya untuk diadopsi. Dia tidak mengusir mereka dari panti asuhan meski umur anak-anak itu sudah 18 tahun. ”Bahkan setelah berusia 18 tahun, anak-anak bersama saya. Saya bahkan membuat mereka menikah dan membantu mereka membangun keluarganya,” katanya.

Cinta Sapkal yang luar biasa untuk anak-anak terinspirasi oleh kesulitannya sendiri di masa lalu ketika dia tumbuh dewasa. Dia dilahirkan di keluarga miskin. Dia putus sekolah ketika berusia sembilan tahun, dan menikah pada usia 10 tahun.

Sekitar 10 tahun kemudian, sang suami mengusirnya dari rumah. Dia hamil sembilan bulan saat itu. Lebih buruk lagi, keluarga dan teman-teman meninggalkannya.

”Saya melahirkan anak saya di kandang sapi. Saya memotong tali pusar Mamata menggunakan batu yang saya temukan tergeletak di sana. Saya pergi ke kerabat saya, ke ibu saya, tetapi tidak ada yang mendukung saya. Semua orang mengusir saya keluar,” kenang Sapkal.

Mengemis bukan tanpa alasan. Dia terpaksa melakukannya untuk menyambung hidup dan mempertahankan hidup bayinya saat itu.
(mas)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Sampaikan Pidato Kenegaraan di DPR RI
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
20 menit yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
1 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
2 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
3 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
4 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved