Insinyur Australia Klaim Temukan Lokasi Pecahan MH370

Senin, 19 Maret 2018 - 16:30 WIB
Insinyur Australia Klaim...
Insinyur Australia Klaim Temukan Lokasi Pecahan MH370
A A A
SYDNEY - Seorang insinyur Australia, Peter McMahon mengklaim telah menentukan lokasi dimana terdapat banyak puing pesawat MH370. Pesawat Malaysia Airlines itu hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing dua tahun lalu.

Menurut warga Australia berusia 64 tahun, dengan mempelajari peta NASA dan Google secara menyeluruh, dia telah menentukan bahwa pecahan pesawat berjarak 13 kilometer dari Round Island, tidak jauh dari negara kepulauan Mauritius.

Dia mengklaim bahwa pencarian pesawat sebelumnya tidak menjelajahi wilayah ini. Beberapa pecahan bagian depan pesawat ditemukan tidak jauh dari Pulau Rodrigues.

McMahon mengatakan, ia mengirimkan hasil penyelidikannya ke Biro Keamanan Transportasi Australia (ATSB). Namun, seperti yang diklaim McMahon, perwakilan pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memerintahkan Australia untuk tetap bertahan di wilayah pencarian mereka di Samudera Hindia.

"Empat orang Amerika dikirim ke Australia untuk melacak hasil pencarian. Mereka telah memastikan bahwa semua informasi yang diterima telah disembunyikan dari publik. Pihak berwenang tidak ingin (pesawat) ditemukan karena penuh dengan lubang peluru, karena hanya akan membuka penyelidikan lain," ucap McMahon, seperti dilansir Sputnik pada Senin (19/3).

Pihak berwenang Australia sendiri belum berkomentar mengenai pernyataan McMahon tersebut.Pada tanggal 8 Maret 2016, Malaysia Airlines MH370 Boeing 777-200 hilang saat sedang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing dengan 227 penumpang dan 12 awak. Pesawat itu menghilang dari radar dan diyakini telah jatuh di bagian selatan Samudra Hindia. Pihak pencari tidak dapat menentukan lokasi kecelakaan, bahkan setelah berbulan-bulan melintasi ribuan mil persegi laut.

Perusahaan AS, Ocean Infinity menawarkan layanannya kepada kerabat korban pada akhir 2017. Perusahaan yang mengkhususkan diri dalam eksplorasi dasar laut dan melakukan pencarian pada kedalaman maksimum dengan menggunakan peralatan otonom. Perusahaan itu menyatakan untuk menerima pembayaran hanya jika badan pesawat ditemukan.
(esn)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Australia Menyadari...
Australia Menyadari Konsumen China Tak Tergantikan Usai 30 Bulan Konflik
Berita Terkini
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
36 menit yang lalu
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
1 jam yang lalu
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
2 jam yang lalu
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
3 jam yang lalu
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
4 jam yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
5 jam yang lalu
Infografis
5 Cara Cepat Menemukan...
5 Cara Cepat Menemukan Lokasi Terdekat dengan Google Maps
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved