Rusia Usir 23 Diplomat London, Menlu Inggris Murka

Minggu, 18 Maret 2018 - 17:39 WIB
Rusia Usir 23 Diplomat...
Rusia Usir 23 Diplomat London, Menlu Inggris Murka
A A A
LONDON - Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson mengaku marah dengan keputusan Rusia yang mengusir 23 diplomat Inggris. Pengusiran tersebut merupakan respon Rusia atas tindakan serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Inggris.

Johnson menuturkan, apa yang dilakukan oleh Moskow hanya akan merugikan diri mereka, khususnya merugikan warga Rusia yang berada di Inggris. Mantan Walikota London itu menyebut, pihaknya bisa saja mengusir semua warga Rusia yang berada di Inggris sebagai responn atas keputusan tersebut.

"Kemarin Kremlin mengatakan akan menutup British Council dan Konsulat kita di St Petersburg. Langkah sia-sia ini hanya akan menghukum orang-orang Rusia biasa dengan mencabut kesempatan mereka untuk belajar bahasa Inggris dan mengajukan visa Inggris," kata Johnson.

"Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat mendukung versi London tentang serangan Salisbury, sementara Rusia berdiri sendiri dan terisolasi," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (18/3).

Sebelumnya, Perdana Menteri Theresa May menyatakan Inggris telah menyiapkan langkah lanjutan terhadap keputusan Rusia itu. Namun, May tidak menjelaskan respon seperti apa yang akan diberikan oleh Inggris.

"Mengingat perilaku Rusia sebelumnya, kami mengantisipasi tanggapan semacam ini dan kami akan mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam beberapa hari mendatang, di samping sekutu dan mitra kami," ucap May.

"Tapi, tanggapan Rusia tidak mengubah fakta-fakta dari kasus tersebut - percobaan pembunuhan dua orang di tanah Inggris, yang mana tidak ada kesimpulan alternatif selain bahwa Negara Rusia bersalah. Rusia adalah negara yang melanggar hukum internasional dan Konvensi Senjata Kimia," tegasnya.
Hubungan antara Moskow dan London memburuk pada awal Maret setelah pembelot Rusia, Sergei Skripal dan putrinya ditemukan tidak sadar di sebuah pusat perbelanjaan di Salisbury. London menyebut kedua telah terkena racun syaraf dan menuding Moskow dibalik hal ini. Tudingan itu dibantah keras oleh Rusia.
(esn)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
48 menit yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
1 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
2 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
3 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
4 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved