Rusia Balas Tuding Inggris Pembuat Zat Saraf Novichok

Minggu, 18 Maret 2018 - 00:08 WIB
Rusia Balas Tuding Inggris...
Rusia Balas Tuding Inggris Pembuat Zat Saraf Novichok
A A A
MOSKOW - Rusia menyebut zat saraf yang digunakan untuk meracun Sergei Skripal kemungkinan berasal dari negara-negara yang mempelajari zat saraf Novichok. Moskow pun menyebut Inggris berada dalam daftar tersebut bersama Slowakia, Republik Ceko, dan Swedia.

"Sumber asal racun yang paling mungkin adalah negara-negara yang telah melakukan penelitian intensif mengenai zat-zat dari program 'Novichok', kira-kira sejak akhir tahun 1990-an sampai sekarang, dan proyek ini bukanlah ciptaan Rusia atau Uni Soviet," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova seperti dikutip dari RT, Sabtu (17/3/2018).

Ia mencatat Inggris, Slowakia, Republik Ceko dan Swedia berada di antara negara-negara yang terlibat.

"AS juga harus dipertanyakan," cetus Zakharova dalam sebuah wawancara dengan penyiar negara VGTRK.

"Bagaimana mereka sampai pada kesimpulan tentang jejak 'orang Rusia' jika mereka tidak memberi contoh itu kepada kita? Logikanya mereka seharusnya tidak memiliki zat ini. Sampel mana yang mereka bandingkan dengan untuk menarik kesimpulan semacam itu?" sambungnya.

"Pertanyaan muncul: kemudian, mereka harus memiliki sampel, yang mereka sembunyikan, atau ini adalah kebohongan dari awal sampai akhir," ujarnya.

"Jika Perdana Menteri Inggris dan pakar Inggris lainnya memberikan formula tersebut, maka akan jelas negara mana yang telah mengembangkan zat ini," kata Zakharova.

Ucapan Zakharova membenarkan pernyataan perwakilan Rusia di Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW), Aleksandr Shulgin, yang mengatakan bahwa penelitian 'Novichok' dikeluarkan dari Uni Soviet setelah keruntuhannya.

Sementara Shulgin tidak menyebutkan di mana program tersebut diselundupkan, ia mengatakan bahwa sumber zat yang digunakan di Salisbury disembunyikan di salah satu negara di mana penelitian ini berlanjut dan mencapai keberhasilan tertentu.

Sebelumnya, OPCW mengatakan bahwa tidak satupun negara anggotanya telah menyatakan memiliki zat saraf Novichok.

Baca juga:
OPCW: Tidak Ada Negara yang Memiliki Novichok


Agen ganda Rusia-Inggris Sergei Skripal dan putrinya Yulia diracuni pada tanggal 4 Maret. Perdana Menteri Inggris Theresa May telah menuduh Rusia bertanggung jawab, dengan sebuah keputusan diplomatik yang semakin memperdalam perselisihan kedua negara.
(ian)
Berita Terkait
Bos mata-mata Inggris:...
Bos mata-mata Inggris: Tentara Rusia menolak melaksanakan perintah di Ukraina
Warga Inggris Rela Bergabung...
Warga Inggris Rela Bergabung dengan Ukraina untuk Perang Lawan Invasi Rusia
Rusia Blokir 25 Juta...
Rusia Blokir 25 Juta Ton Jagung, Dubes Inggris Harap Misi Perdamaian Jokowi Sukses
Miris, Pemerintah Inggris...
Miris, Pemerintah Inggris Bikin Chelsea Makin Teriris
Pasukan Inggris Akan...
Pasukan Inggris Akan Tinggalkan Ukraina
Rusia Sanksi 25 Warga...
Rusia Sanksi 25 Warga Inggris
Berita Terkini
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
41 menit yang lalu
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
2 jam yang lalu
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
2 jam yang lalu
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
3 jam yang lalu
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
5 jam yang lalu
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
6 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved