Menhan AS Peringatkan Suriah Soal Penggunaan Senjata Kimia
Minggu, 11 Maret 2018 - 21:05 WIB
Menhan AS Peringatkan Suriah Soal Penggunaan Senjata Kimia
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Jim Mattis memperingatkan pemerintah Suriah mengenai penggunaan senjata kimia dalam perang saudara di negara tersebut. Suriah diduga telah melakukan sejumlah serangan kimia dalam serangan terhadap basis pemberontak di negara tersebut.
Mattis menyatakan sangat tidak bijaksana bagi Damaskus untuk mencoba melakukan serangan dengan menggunakan senjata kimia di Ghouta Timur dan memperingatkan bahwa akan merespon dengan keras serangan semacam itu.
"Akan sangat tidak bijaksana bagi mereka untuk menggunakan gas yang bisa digerakkan senjata. Dan menurut saya, Presiden Donald Trump menampilkan dengan sangat jelas di awal pemerintahannya mengenai hal ini," ucap Mattis, seperti dilansir Reuters pada Minggu (11/3).
Pada awal April tahun lalu, Trump memerintahkan serangan terhadap basis pemerintah Suriah, sebagai respon atas serangan senjata kimia yang dilakukan Damaskus.
Mattis kemudian mengatakan saat ini dia tidak memiliki bukti nyata mengenai terjadi kembali serangan dengan menggunakan gas klorin di Suriah. Namun mencatat banyak laporan media tentang penggunaan klorin.
Petugas penyelamat dan aktivis oposisi di Ghouta timur telah menuduh pemerintah menggunakan gas klorin selama kampanye untuk melumpuhkan pemberontak di pinggiran Damaskus tersebut. Pemerintah Suriah sendiri telah membantah melakukan serangan semacam itu.
Mattis menyatakan sangat tidak bijaksana bagi Damaskus untuk mencoba melakukan serangan dengan menggunakan senjata kimia di Ghouta Timur dan memperingatkan bahwa akan merespon dengan keras serangan semacam itu.
"Akan sangat tidak bijaksana bagi mereka untuk menggunakan gas yang bisa digerakkan senjata. Dan menurut saya, Presiden Donald Trump menampilkan dengan sangat jelas di awal pemerintahannya mengenai hal ini," ucap Mattis, seperti dilansir Reuters pada Minggu (11/3).
Pada awal April tahun lalu, Trump memerintahkan serangan terhadap basis pemerintah Suriah, sebagai respon atas serangan senjata kimia yang dilakukan Damaskus.
Mattis kemudian mengatakan saat ini dia tidak memiliki bukti nyata mengenai terjadi kembali serangan dengan menggunakan gas klorin di Suriah. Namun mencatat banyak laporan media tentang penggunaan klorin.
Petugas penyelamat dan aktivis oposisi di Ghouta timur telah menuduh pemerintah menggunakan gas klorin selama kampanye untuk melumpuhkan pemberontak di pinggiran Damaskus tersebut. Pemerintah Suriah sendiri telah membantah melakukan serangan semacam itu.
(esn)