Insiden Penurunan Bendera di Kedutaan London, Iran Panggil Dubes Inggris

Minggu, 11 Maret 2018 - 11:57 WIB
Insiden Penurunan Bendera...
Insiden Penurunan Bendera di Kedutaan London, Iran Panggil Dubes Inggris
A A A
TEHERAN - Iran telah memanggil Duta Besar Ingris terkait insiden di kedutaan London. Empat orang berhasil naik ke balkon kedutaan dan menurunkan bendera Iran. Para pelaku berasal dari kelompok Syiah radikal itu telah dibebaskan dengan jaminan.

Teheran mengecam keras insiden di Kedutaan Besar Iran di London. Teheran juga mendesak penegak hukum Inggris untuk memberikan keamanan yang layak bagi fasilitas diplomatiknya.

Tidak lama setelah kejadian tersebut, Duta Besar Inggris untuk Iran dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Iran guna memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut.

"Segera setelah kejadian tersebut dilaporkan, Dr. Araqchi, deputi menteri luar negeri Iran, menyampaikan protes keras Republik Islam Iran kepada duta besar Inggris untuk Teheran dan menuntut agar polisi Inggris melindungi sepenuhnya para diplomat kami di London dan segera berurusan dengan para penyerang," ujar juru bicara kementerian tersebut, Bahram Qassemi, seperti dikutip dari RT, Minggu (11/3/2018).

Qassemi menambahkan bahwa Dubes Inggris untuk Iran, Nicholas Hopton, mengajukan permintaan maaf secara resmi.

Jumat malam, empat orang penyerang naik ke balkon kedutaan Iran, menurunkan bendera Iran dan memasang spanduk organisasi Syiah Khoddam Al-Mahdi yang berbasis di Inggris. Kelompok itu lantas meneriakkan slogan-slogan dan melambaikan bendera mereka dari balkon. Orang-orang itu akhirnya ditahan oleh polisi.

Baca juga:
Panjat Balkon Kedutaan, Sekelompok Orang Turunkan Bendera Iran


"Tindakan lamban dari polisi London, yang berhasil menangkap orang-orang yang tidak benar hanya beberapa jam setelah serangan merupakan kegagalan untuk mematuhi hukum internasional," ucap juru bicara pemerintah Iran, Mohammad Bagher Nobakht, setelah kejadian tersebut. Pejabat tersebut bersumpak Iran akan memberikan tanggapan yang tegas terhadap insiden tersebut tanpa memberikan rincian apapun.

Para pelaku segera dibebaskan dengan jaminan, kantor berita IRNA melaporkan, mengutip juru bicara Polisi Metropolitan. Penyerang berusia 29, 18, 17 dan 16 tahun, dan identitas mereka belum diungkapkan. Investigasi insiden sedang berlangsung.

Kelompok Khoddam Al-Mahdi, yang mengaku mengikuti gagasan ulama Syiah, Ayatullah Agung Muhammad Al-Shirazi, didirikan oleh ulama radikal berbasis Inggris Sheikh Yasser Habib. Habib telah berulang kali mengungkapkan pandangan kontroversial mengenai sejarah Muslim dan menghina sahabat Nabi Muhammad SAW, yang mendapat kritik dari Sunni dan Syiah.
(ian)
Berita Terkait
Inggris Nilai Embargo...
Inggris Nilai Embargo Senjata Bisa Jadi 'Senjata' Tekan Iran
Inggris-Prancis Kutuk...
Inggris-Prancis Kutuk Sikap Keras Iran pada Demonstran
Suasana Terkini Stadion...
Suasana Terkini Stadion Khalifa Jelang Laga Inggris vs Iran di Piala Dunia 2022 Qatar
Iran Bongkar Jaringan...
Iran Bongkar Jaringan Demonstran Asing, Tuding Inggris Terlibat
Inggris Ikut Gempur...
Inggris Ikut Gempur Iran, Teheran: Membahayakan Nyawa Warganya
Prancis, Jerman, dan...
Prancis, Jerman, dan Inggris Siap Gabung Perang Keroyok Iran
Berita Terkini
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
6 jam yang lalu
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
7 jam yang lalu
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
8 jam yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
9 jam yang lalu
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
10 jam yang lalu
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
11 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved