PBB Bilang Korban Budak Seks ISIS seperti Mayat Hidup

Minggu, 11 Maret 2018 - 03:42 WIB
PBB Bilang Korban Budak...
PBB Bilang Korban Budak Seks ISIS seperti Mayat Hidup
A A A
NEW YORK - Utusan PBB untuk penanganan kekerasan seksual dalam konflik, Pramila Patten, miris melihat para perempuan korban perbudakan seks ISIS yang dia temui di Irak. Menurutnya, para korban selamat kini seperti “mayat hidup”.

Patten mengaku baru saja pulang dari kunjungannya di Irak. Selama berkunjung, dia mendapati para perempuan korban pemerkosaan dan perbudakan seks kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) justru merasakan stigma ganda.

Stigma ganda itu adalah menjadi korban nafsu kelompok ISIS sekaligus cicurigai berafiliasi dengan kelompok radikal tersebut. Para perempuan itu dikurung di sebuah kamp dengan stigma negatif yang disematkan kepada mereka.

”Beberapa juga menyatakan rasa takut ditahan,” kata Patten, dalam konferensi pers hari Jumat.

”Jadi mereka sangat dibatasi, termasuk oleh orang tua mereka. Mereka tidak keluar dari kamp mereka dan tidak memiliki kesempatan untuk memanfaatkan dukungan psiko-sosial yang ada di dalam kamp,” lanjut Patten, seperti dikutip AP, Minggu (11/3/2018).

Patten, yang mengunjungi Irak dari 26 Februari hingga 5 Maret 2018. Menurutnya, banyak perempuan yang mengungsi mengekspresikan keprihatinan serius atas keselamatan mereka jika mereka kembali ke rumah dan berbagi rasa takut terhadap pembalasan.

Utusan PBB itu telah bertemu dengan semua pemimpin agama di Irak.”Mereka menunjukkan banyak empati terhadap wanita yang kembali,” katanya.

Patten diberitahu bahwa wanita Turkmen akan ditolak oleh komunitas mereka jika kembali. Sedangkan korban dari komunitas wanita Yazidi—yang secara historis mengalami penganiayaan—menyatakan keinginan untuk meninggalkan Irak.

Kelompok ISIS menyerang komunitas Yazidi Irak di Mosul pada bulan Juni 2014. Serangan itu berlanjut dengan penculikan para perempuan Yazidi.

Wilayah Mosul telah dibebaskan pada bulan Juli lalu. Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengumumkan kemenangan pasukannya atas ISIS.

Patten menambahkan, dampak konflik dan pendudukan ISIS tidak hanya dirasakan para perempuan, tapi juga anak-anak yang mereka lahirkan.

Menurut Patten, pemerintah provinsi di Mosul telah mengatakan kepada wanita-wanita yang diperkosa ISIS ada yang meninggalkan anak-anak yang dilahirkan. Untuk itu, kata Patten, pihak berwenang harus mendirikan panti asuhan untuk “ribuan anak-anak”.
(mas)
Berita Terkait
Enam Tahun Pasca Serangan...
Enam Tahun Pasca Serangan ISIS, Nasib Kaum Yazidi Masih Belum Jelas
Irak Setop Tayangan...
Irak Setop Tayangan Prank Berbau Aksi Teror
Bom Sepeda Motor Tewaskan...
Bom Sepeda Motor Tewaskan 4 Orang di Irak, Diduga Dilakukan ISIS
ISIS Masih Kuat, NATO...
ISIS Masih Kuat, NATO akan Kirim 3.500 Pasukan Tambahan ke Irak
Warga Irak Sambut Paus...
Warga Irak Sambut Paus Fransiskus di Bekas Pertahanan ISIS
Pernah Jajah Irak, George...
Pernah Jajah Irak, George Bush Akui Tak Tahu Banyak Urusan Internasional
Berita Terkini
5 Fakta Pidato Trump...
5 Fakta Pidato Trump di Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Ingin Jadi Capres pada Pilpres Mendatang
24 menit yang lalu
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
2 jam yang lalu
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
3 jam yang lalu
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
6 jam yang lalu
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
7 jam yang lalu
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
8 jam yang lalu
Infografis
Ilmuwan Swiss Berhasil...
Ilmuwan Swiss Berhasil Ciptakan Baterai Hidup dari Jamur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved