Putin: Rusia Tidak Akan Ekstradisi Warganya ke AS

Senin, 05 Maret 2018 - 03:36 WIB
Putin: Rusia Tidak Akan...
Putin: Rusia Tidak Akan Ekstradisi Warganya ke AS
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin menegaskan Moskow tidak akan menyerahkan warganya ke Amerika Serikat (AS). Sejumlah warga Rusia didakwa telah ikut campur dalam pemilu presiden AS pada 2016 lalu.

"Tidak pernah. Rusia tidak pernah mengekstradisi warganya kepada siapapun, sama seperti Amerika Serikat," tegas Putin, saat menjawab pertanyaan jurnalis NBC, Megyn Kelly, tentang apakah Moskow akan mengekstradisi warganya jika Washington memberikan bukti keterlibatan warganya dalam intervensi pemilu AS.

Dalam kesempatan itu, Putin juga menyatakan warga Rusia yang dituduh AS mencampuri pemilihan presiden AS pada 2016 tidak mewakili pemerintah negara tersebut.

"Saya tahu bahwa mereka tidak mewakili negara Rusia, pihak berwenang Rusia. Apa yang mereka lakukan secara spesifik, saya tidak tahu," kata Putin seperti dikutip dari Sputnik, Senin (5/3/2018).

Presiden Rusia itu menambahkan bahwa bahkan jika warga Rusia melakukan apa yang mereka duga lakukan, pihak berwenang AS harus berbagi informasi mengenai hal tersebut.

"Biarkan mereka tidak hanya berbicara dengan pers, biarkan mereka memberikan beberapa materi, spesifik dan data. Kami akan siap untuk melihat mereka dan membicarakannya," tukas Putin.

Wawancara tersebut muncul setelah pada bulan Februari Departemen Kehakiman AS mengungkapkan dalam dokumen pengadilan bahwa AS menuduh 13 warga negara Rusia dan tiga entitas mencoba untuk mencampuri pemilihan presiden 2016. Surat dakwaan 27 halaman, sebuah produk dari penyelidikan Penasihat Khusus Robert Mueller, menuduh bahwa mereka yang dituduh menggunakan orang-orang palsu untuk mencoba mempengaruhi hasil pemilihan atas dukungan Presiden AS Donald Trump.

Rusia menghadapi sejumlah tuduhan campur tangan dalam pemilihan asing, termasuk pemungutan suara presiden 2016. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov telah menyerukan klaim tersebut tanpa dasar, sementara Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov telah menekankan bahwa tidak ada bukti untuk mendukung tuduhan tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
12 menit yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
1 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
2 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
2 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
3 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved