Rusia Sebut AS Bangun Puluhan Basis Militer di Suriah
Kamis, 01 Maret 2018 - 18:48 WIB
Rusia Sebut AS Bangun Puluhan Basis Militer di Suriah
A
A
A
MOSKOW - Asisten ketua Dewan Keamanan Rusia, Alexander Venediktov menyatakan, Amerika Serikat (AS) telah membangun puluhan basis militer di seluruh wilayah Suriah. Hal ini, lanjut Vebediktov, menjadi salah satu penghambat upaya damai Suriah.
Venediktov menuturan, gangguan dari luar, seperti keberadaan pasukan dan basis militer AS, menjadi salah satu penyebab belum terciptanya perdamaian dan stabilitas di Suriah.
"Kembalinya perdamaian dan stabilitas ke Suriah terhambat oleh gangguan eksternal yang berlanjut dalam krisis di Suriah. Misalnya, di wilayah yang dikuasai oleh unit pertahanan diri Kurdistan, sekitar 20 basis militer AS telah dibuat," kata Venediktov, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (1/3).
Dia menyebut, dengan memasok pasukan Kurdi Suriah dengan senjata canggih, AS telah memprovokasi pihak berwenang Turki untuk meluncurkan operasi militer di Afrin, Suriah.
"Orang-orang Kurdi secara harfiah didukung dengan persenjataan canggih. Pengiriman senjata canggih dan dorongan sentimen separatis di kalangan orang Kurdi sebenarnya telah memancing Turki melakukan operasi militer di wilayah utara Afrin," ucapnya.
Angkatan Bersenjata Turki telah melaksanakan "Operation Olive Branch" sejak 20 Januari, setelah Washington mengumumkan bahwa mereka akan mulai melatih pasukan keamanan perbatasan di utara Suriah.
Pasukan yang diperkirakan berjumlah 30 ribu orang itu terdiri dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dan Partai Persatuan Demokratik (PYD ), dimana Ankara menganggap kedua kelompok itu berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan Turki (PKK), yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki.
Venediktov menuturan, gangguan dari luar, seperti keberadaan pasukan dan basis militer AS, menjadi salah satu penyebab belum terciptanya perdamaian dan stabilitas di Suriah.
"Kembalinya perdamaian dan stabilitas ke Suriah terhambat oleh gangguan eksternal yang berlanjut dalam krisis di Suriah. Misalnya, di wilayah yang dikuasai oleh unit pertahanan diri Kurdistan, sekitar 20 basis militer AS telah dibuat," kata Venediktov, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (1/3).
Dia menyebut, dengan memasok pasukan Kurdi Suriah dengan senjata canggih, AS telah memprovokasi pihak berwenang Turki untuk meluncurkan operasi militer di Afrin, Suriah.
"Orang-orang Kurdi secara harfiah didukung dengan persenjataan canggih. Pengiriman senjata canggih dan dorongan sentimen separatis di kalangan orang Kurdi sebenarnya telah memancing Turki melakukan operasi militer di wilayah utara Afrin," ucapnya.
Angkatan Bersenjata Turki telah melaksanakan "Operation Olive Branch" sejak 20 Januari, setelah Washington mengumumkan bahwa mereka akan mulai melatih pasukan keamanan perbatasan di utara Suriah.
Pasukan yang diperkirakan berjumlah 30 ribu orang itu terdiri dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dan Partai Persatuan Demokratik (PYD ), dimana Ankara menganggap kedua kelompok itu berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan Turki (PKK), yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki.
(esn)