Hope Hicks, Ajudan Cantik Presiden Trump Resign

Kamis, 01 Maret 2018 - 07:52 WIB
Hope Hicks, Ajudan Cantik...
Hope Hicks, Ajudan Cantik Presiden Trump Resign
A A A
WASHINGTON - Hope Hicks, ajudan senior Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengundurkan diri atau resign sebagai Direktur Komunikasi Gedung Putih.

Keputusan staf cantik Trump ini diambil sehari setelah dia memberi kesaksian di depan Komite Intelijen Parlemen AS bahwa dia telah mengaku membuat “kebohongan” di tempat kerja.

”Tidak ada kata-kata yang cukup mengungkapkan rasa terima kasih saya kepada Presiden Trump. Saya berharap presiden dan pemerintahannya yang terbaik saat dia terus memimpin negara kita,” kata Hicks dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih pada Rabu siang waktu Washington, DC.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan Hicks telah membuat rencana untuk mengundurkan diri sebelum membuat kesaksian di hadapan Komite Intelijen Parlemen pada hari Selasa lalu. Kesaksian Hicks terjadi di balik pintu tertutup.

Hicks dilaporkan mengakui membuat “kebohongan” kepada media atas nama kampanye Trump dan pemerintahan. Namun, menurut New York Times, Hicks mengaku dia tidak pernah berbohong kepada penyidik dalam penyelidikan yang dipimpin oleh Penasihat Khusus Robert Mueller.

”Hope luar biasa dan telah melakukan pekerjaan hebat selama tiga tahun terakhir,” kata Presiden Donald Trump, yang dilansir Kamis (1/3/2018).

”Saya akan merindukannya di sisi saya tapi ketika dia mendekati saya tentang mengejar peluang lain, saya benar-benar mengerti, saya yakin kita akan bekerja sama lagi di masa depan.”

Baca: Hope Hicks, Wanita Cantik 'Senjata Rahasia' Trump Menuju Gedung Putih

Hicks, 29, adalah asisten terpercaya keluarga Trump, yang pada awalnya bekerja sebagai spesialis hubungan masyarakat untuk busana Ivanka Trump, sebelum menerima tugas direktur komunikasi untuk kampanye presiden Trump. Dia menjadi Direktur Komunikasi Gedung Putih pada bulan Agustus, setelah kegaduhan internal membuat Jenderal John Kelly diangkat sebagai Kepala Staf Gedung Putih.

”Dia telah melayani negaranya dengan perubahan besar. Untuk mengatakan bahwa dia akan dilupakan, adalah sebuah pernyataan yang meremehkan,” kata Kelly dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu. Dia menggambarkan Hicks sebagai sosok pemikir strategis, matang dan bijaksana di luar usianya.

Hicks bukan perempuan sembarangan. Dia dipandang media AS sebagai “senjata rahasia” Trump ketika miliarder Amerika itu memutuskan maju sebagai calon presiden AS pada pemilu 2016 lalu.
(mas)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
37 menit yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
1 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
1 jam yang lalu
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
1 jam yang lalu
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
2 jam yang lalu
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
2 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved