Juru Runding Utama AS untuk Krisis Korut Mendadak Mundur

Selasa, 27 Februari 2018 - 14:06 WIB
Juru Runding Utama AS...
Juru Runding Utama AS untuk Krisis Korut Mendadak Mundur
A A A
WASHINGTON - Diplomat senior Amerika Serikat (AS) yang jadi juru runding utama untuk krisis Korea Utara (Korut) tiba-tiba memilih mengundurkan diri atau pensiun minggu ini. Departemen Luar Negeri AS menyatakan, alasan pengunduran diri itu bersifat pribadi.

Joseph Yun saat ini menjabat sebagai Perwakilan Khusus untuk Kebijakan Korea Utara dan sebagai Asisten Menteri Luar Negeri untuk Korea dan Jepang.

Dia mengumumkan akan pensiun dari kedua jabatan tersebut pada hari Jumat nanti.

”Kami menyesal melihat dia pensiun, namun usaha diplomatik kami mengenai Korea Utara akan terus berlanjut berdasarkan kampanye tekanan maksimum kami untuk mengisolasi DPRK sampai mereka setuju untuk memulai perundingan untuk denuklirisasi semenanjung Korea yang telah dirumuskan,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert kepada wartawan Selasa (27/2/2018), seperti dikutip Reuters.

Yun, diplomat kelahiran Korea Selatan, bekerja pada saat hubungan antara AS dan Korea Utara bergerak menuju ke jalan buntu.

Washington menggunakan taktik “tekanan maksimum” melalui rentetan sanksi ekonomi terhadap Pyongyang agar melucuti program senjata nuklir dan rudalnya. Namun, kebijakan itu ditolak keras oleh rezim Kim Jong-un.

Pada hari Minggu, Korea Utara menyatakan siap untuk melakukan pembicaraan langsung dengan AS, namun rezim Kim Jong-un bersikeras tidak akan meninggalkan program senjata nuklirnya dengan alasan sebagai pertahanan dari ancaman Washington.

Sebaliknya, Washington menegaskan perundingan dengan Pyongyang harus untuk mengakhiri program senjata nuklir dan rudal Korea Utara.

Yun merupakan diplomat kawakan yang bertugas puluhan tahun. Dia pada Juni lalu melakukan perjalanan ke Korea Utara untuk membantu membebaskan mahasiswa Amerika Serikat, Otto Warmbier, yang koma di Korea Utara. Warmbier koma saat menjalani hukuman kerja paksa.

Warmbier dibawa pulang ke AS dan meninggal saat dirawat di rumah sakit. Kematian warga AS itu semakin memperburuk hubungan antara Washington dan Pyongyang.
(mas)
Berita Terkait
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Korea Utara Marah Kapal...
Korea Utara Marah Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
28 menit yang lalu
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
1 jam yang lalu
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
3 jam yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
7 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
8 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
9 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved