Korsel: Korut Nyatakan Siap Berdialog dengan AS
Minggu, 25 Februari 2018 - 21:47 WIB
Korsel: Korut Nyatakan Siap Berdialog dengan AS
A
A
A
SEOUL - Istana kepresidenan Korea Selatan (Korsel) atau yang dikenal dengan nama Blue House, menyatakan bahwa Korea Utara (Korut) siap untuk melakukan dialog dengan Amerika Serikat (AS). Menurut Blue House, hal itu disampaikan oleh delegasi Korut yang mengunjungi Korsel untuk menghadiri penutupan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang.
"Anggota delegasi tingkat tinggi Korut mengunjungi Korsel untuk upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang mengatakan bahwa Korut terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan AS," kata Blue House dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Minggu (25/2).
Dalam sebuah pertemuan dengan Presiden Korsel, Moon Jae-in di sebuah lokasi yang dirahasiakan di Pyeongchang, delegasi Korut juga mengatakan bahwa perkembangan hubungan antara kedua Korea dan Korea Utara dan AS harus berjalan beriringan.
Sementara itu, muncul spekulasi jika AS dan Korut akan melakukan perundingan secara diam-diam. Pemicunya adalah kedua negara memasukan dua nama tambahan di menit-menit akhir dan keduanya adalah kunci hubungan AS-Korut.
Spekulasi ini muncul setelah delegasi Korut yang dipimpin oleh Kim Yong-chol memasukkan nama Choe Kang-il sosok yang selama ini menangani urusan dengan AS.
Sedangkan di tubuh delegasi AS, yang dipimpin oleh Ivanka Trump, terdapat nama Allison Hooker, seorang pejabat National Security Council yang mengkhususkan diri dalam urusan Korea. Hooker berada di Korut pada tahun 2014 dan merupakan bagian dari perundingan nuklir enam pihak.
"Anggota delegasi tingkat tinggi Korut mengunjungi Korsel untuk upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang mengatakan bahwa Korut terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan AS," kata Blue House dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Minggu (25/2).
Dalam sebuah pertemuan dengan Presiden Korsel, Moon Jae-in di sebuah lokasi yang dirahasiakan di Pyeongchang, delegasi Korut juga mengatakan bahwa perkembangan hubungan antara kedua Korea dan Korea Utara dan AS harus berjalan beriringan.
Sementara itu, muncul spekulasi jika AS dan Korut akan melakukan perundingan secara diam-diam. Pemicunya adalah kedua negara memasukan dua nama tambahan di menit-menit akhir dan keduanya adalah kunci hubungan AS-Korut.
Spekulasi ini muncul setelah delegasi Korut yang dipimpin oleh Kim Yong-chol memasukkan nama Choe Kang-il sosok yang selama ini menangani urusan dengan AS.
Sedangkan di tubuh delegasi AS, yang dipimpin oleh Ivanka Trump, terdapat nama Allison Hooker, seorang pejabat National Security Council yang mengkhususkan diri dalam urusan Korea. Hooker berada di Korut pada tahun 2014 dan merupakan bagian dari perundingan nuklir enam pihak.
(esn)