AS Jatuhi Korut Sanksi Terbesar, China Marah

Minggu, 25 Februari 2018 - 04:44 WIB
AS Jatuhi Korut Sanksi...
AS Jatuhi Korut Sanksi Terbesar, China Marah
A A A
BEIJING - Pemerintah China marah atas keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menjatuhkan sanksi terbesarnya terhadap Korea Utara (Korut) dan sejumlah entitas asing yang dituduh berbisnis dengan Pyongyang.

Beijing mendesak Washington segera menghentikan sanksi sepihak tersebut. Alasannya, sanksi itu akan menghancurkan kerja sama bilateral di kawasan Semenanjung Korea.

Kemarahan Beijing juga disebabkan adanya sejumlah entitas bisnis China yang masuk dalam daftar sanksi terbaru AS.

”Pihak China dengan tegas menentang AS yang memberlakukan sanksi sepihak dan ‘yurisdiksi lengan panjang’ pada entitas atau individu China sesuai dengan hukum nasionalnya,” kata Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari situs resminya, Minggu (25/2/2018).

”Kami telah mengajukan pernyataan tegas dengan pihak AS mengenai hal ini, mendesaknya untuk segera menghentikan kesalahan tersebut agar tidak merusak kerja sama bilateral di wilayah yang relevan,” lanjut kementerian tersebut.

“Beijing telah secara komprehensif dan ketat menerapkan resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap Korea Utara dan memenuhi kewajiban internasionalnya,” imbuh Kementerian Luar Negeri China.

”Tidak pernah mengizinkan warga atau perusahaan China untuk terlibat dalam kegiatan yang melanggar resolusi tersebut.”

Beijing telah lama menentang sanksi yang dijatuhkan terhadap Korea Utara selama tidak berada dalam kerangka PBB.

Seperti diberitakan sebelumnya, AS mengumumkan penjatuhan sanksi terbesar yang bertujuan membuat Korea Utara melucuti program senjata nuklir dan rudalnya. Menurut data yang dilansir Departemen Keuangan AS, sebanyak 27 entitas atau perusahaan, 28 kapal, dan satu orang dikenai sanksi.

Perusahaan pelayaran dan energi yang berbasis di China, Hong Kong, Taiwan, dan Singapura ikut masuk dalam daftar sanksi atas tuduhan melakukan bisnis dengan rezim Korea Utara yang dipimpin Kim Jong-un.

China sejatinya adalah mitra dagang terbesar Korea Utara dan satu-satunya sekutu utama. Namun, pada bulan Januari lalu perdagangan kedua negara jatuh ke level terendah setelah keluar resolusi sanksi dari DK PBB.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
AS Minta China Bantu...
AS Minta China Bantu Tekan Korut untuk Lakukan Denuklirisasi
Berita Terkini
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
1 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
5 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
6 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
7 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
8 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
9 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved