Dukung Sanksi, Korut Sebut Sekjen PBB Antek AS

Jum'at, 23 Februari 2018 - 08:55 WIB
Dukung Sanksi, Korut...
Dukung Sanksi, Korut Sebut Sekjen PBB Antek AS
A A A
NEW YORK - Korea Utara (Korut) menuding Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, sebagai antek Amerika Serikat (AS). Tudingan itu dilontarkan usai Guterres mendukung sanksi untuk Korut dan menilainya sangat penting untuk menekan Pyongyang.

Lewat sebuah pernyataan, Misi Diplomatik Korut untuk PBB mengeluhkan "ucapan ceroboh" oleh Guterres selama Konferensi Keamanan di Munich pada pekan lalu.

Pada konferensi tersebut, Guterres memuji Dewan Keamanan karena berhasil menempatkan tekanan melalui sanksi yang sangat berarti bagi Korut. "Tekanan menurut pendapat saya sangat penting untuk dipertahankan," ucap Guterres.

"Ini tidak lebih dari sebuah kesesatan berpikir yang konyol yang tidak sesuai dengan tugasnya sebagai Sekretaris Jenderal PBB dan membuat kami berpikir apakah ia adalah antek yang mewakili Amerika Serikat," bunyi pernyataan Misi Diplomatik Korut di PBB seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (23/2/2018).

Korut berpendapat AS adalah pihak yang harus disalahkan terkait krisis di Semenanjung Korea dan uji coba nuklir serta rudal Pyongyang adalah bentuk pembelaan yang sah.

"Ucapan Guterres tidak benar", kata misi tersebut, sebelum meminta agar kepala PBB menahan diri dari tingkah lakunya bertindak seperti orang yang berjalan sambil tidur lebih jauh lagi.

Dipimpin oleh AS, Dewan Keamanan PBB tahun lalu memberlakukan tiga sanksi baru terhadap Korut. Sanksi tersebut bertujuan untuk menekan Pyongyang agar meninggalkan uji coba nuklir dan misilnya.

Langkah-langkah ekonomi tersebut bertujuan untuk memotong pendapatan bagi program militer Pyongyang.

Dalam sebuah kunjungan ke Korea Selatan (Korsel) bulan ini, Guterres bertemu sebentar dengan Kepala Negara formal Korut Kim Yong Nam dan mendesak dialog untuk mengatasi krisis tersebut.

Sekjen PBB telah menjadi pendukung kuat pencairan hubungan antara Pyongyang dan Seoul selama Olimpiade, yang dia pertahankan dapat menjadi dasar bagi dialog yang lebih luas.

Pada bulan Desember, Guterres mengirim kepala politik PBB Jeffrey Feltman ke Pyongyang untuk melakukan pembicaraan. Namun utusan tersebut kembali tanpa komitmen dari Korut untuk mengadakan perundingan mengenai hambatan nuklir.
(ian)
Berita Terkait
PBB: Korut-Korsel Bersalah...
PBB: Korut-Korsel Bersalah Terkait Baku Tembak di Perbatasan
Korea Utara Kecam Seruan...
Korea Utara Kecam Seruan Denuklirisasi Sekjen PBB
Heboh, Turis AS Menyeberang...
Heboh, Turis AS Menyeberang ke Korea Utara Saat Tur
Media Korsel Sebut Turis...
Media Korsel Sebut Turis AS yang Menyeberang ke Korut Seorang Tentara, Ini Identitasnya
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
PBB: Korea Utara Abaikan...
PBB: Korea Utara Abaikan Sanksi Nuklir
Berita Terkini
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
30 menit yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
2 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
3 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
5 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
9 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
10 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved